Tepat Usia 51 Tahun, Food Station Produksi Perdana Minyakita

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 29 April 2023 - 03:41 WIB

Tepat Usia 51 Tahun, Food Station Produksi Perdana Minyakita
Tepat Usia 51 Tahun, Food Station Produksi Perdana Minyakita

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Tepat di usianya yang genap 51 Tahun, PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) selaku BUMD Pangan DKI Jakarta berkolaborasi dengan mitra strategis PT Citra Borneo Utama, Tbk, PT Borneo Mitra Bersama Sejati, dan PT Binamas Karya Fausta memproduksi Minyakita sebanyak 3,3 juta liter.

Direktur Utama Food Station, Pamrihadi Wiraryo mengatakan dengan produksi sejumlah 3,3 juta liter bisa memenuhi kurang lebih 15% kebutuhan warga Jakarta atau kurang lebih 10% kebutuhan warga Jabodetabek.

Untuk tahap awal, Food Station telah melakukan pembelian minyak goreng sebanyak 3.000 ton dari PT Citra Borneo Utama, Tbk untuk dikemas ke dalam kemasan sederhana dengan merek Minyakita, baik dalam kemasan botol maupun pouch ukuran 1 liter.

“Saat ini konsumsi minyak goreng warga Jakarta rata-rata kurang lebih 11 juta liter setiap bulannya. Sementara untuk wilayah Jabodetabek kurang lebih 24 juta liter setiap bulan. Dengan demikian, produksi kami bersama mitra sebanyak 3,3 juta liter per bulan setidaknya dapat mencukupi kurang lebih 15% kebutuhan minyak goreng Minyakita untuk warga Jakarta” kata Pamrihadi dalam keterangan resminya pada 28 April 2023.

Pamrihadi berharap dengan produksi tersebut, Food Station bersama mitra akan membuat harga-harga terkendali karena pasokannya tersedia, khususnya untuk warga DKI Jakarta.

“Sebagaimana kita ketahui saat ini isu utama minyak goreng kemasan sederhana adalah ketersediaan pasokan yang kadangkala masih on-off. Suplainya yang terbatas dan tidak lancar. Nah kita hadir disini untuk memperlancar proses suplainya dengan kapasitas total produksi 8.000 liter per jam. Kemudian harga-harga di wilayah lain kadangkala masih diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Nantinya Minyakita tersebut akan disalurkan oleh Distributor, di kisaran harga antara 13.000-13.500, meskipun HET nya Rp 14.000. Artinya Distributor yang merupakan mitra Food Station masih menjual Minyakita dengan harga yang jauh di bawah HET. Sehingga harapannya Minyakita yang sampai di masyarakat harganya tidak lebih dari HET” ujar Pamrihadi.

Pamrihadi menambahkan yang menjadi target pasar dari produksi Minyakita adalah distributor tingkat dua hingga distributor turunan.

“Kami memiliki mitra yang mampu menyalurkan produksi Minyakita tersebut, seperti mitra Rumah Beras. Selama ini mereka menjual produk-produk beras medium, minyak goreng, gula, terigu, daging sapi, dan komoditi lainnya. Melalui mitra tersebut targetnya bisa pasar turunan maupun rumah tangga” ungkapnya. 

Untuk sementara ini fokus pendistribusian Minyakita masih difokuskan ke pasar non modern dulu.

Milestone Baru

Kerjasama Food Station dengan dua mitra strategis memproduksi Minyakita bersama dengan Perayaan HUT yang ke 51 adalah milestone baru.  Sebelumnya kami mengembangkan produk-produk baru, salah satunya Beras Fortifikasi FS NutriRice, kerjasama budi daya padi, dan yang terakhir Rumah Beras.

“Ini merupakan salah satu milestone bagi Food Station. Kami punya tradisi membuat milestone. Seperti diketahui sejak beberapa tahun yang lalu, pendahulu kami telah banyak menciptakan milestone dan kita melanjutkan milestone ini. Hari ini milestone tersebut kita lakukan bersamaan dengan Milad Food Station yang ke- 51, kita melakukan produksi perdana Minyakita” paparnya.

Menurut Pamrihadi, Food Station memerlukan mitra yang lincah (agile) yang selalu bisa distimulus atau dirangsang adrenalinnya.

“Selama bermitra dengan Food Station jangan berpikir untuk bisa tidur nyenyak karena 24 jam akan kami ganggu. Kenapa, karena DNA kita adalah energi yang selalu menggebu-gebu. Jadi DNA nya Food Station siapapun pemimpinnya, pasti akan maju. Memang roadmap kita untuk beberapa tahun kedepan meraih pendapatan 5 Triliun per tahun” cetus Pamrihadi.

Lebih lanjut Pamrihadi menjelaskan Food Station akan selalu membuat milestone baru demi kebanggaan dan kesejahteraan penduduk DKI Jakarta dan karayawan.

“Kami ingin bergerak dalam senyap, tetapi tanpa mengurangi semangat memberikan yang terbaik bagi DKI Jakarta. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bermanfaat untuk warga DKI Jakarta dan seiring denga HUT ke-51 ini Food Station akan terbang lebih tinggi lagi” tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Penampilan memukau Ruth Sahanaya di konser “40 Tahun Simfoni Dari Hati”.

Minggu, 23 Juni 2024 - 19:28 WIB

Kemegahan Penampilan Ruth Sahanaya Setelah 15 Tahun

Ruth Sahanaya membuktikan janjinya akan membuat penonton konsernya puas dengan sajian 33 lagu yang dikemas dengan apik oleh Tohpati Orkestra.

(Ki-ka). Peresmian dilakukan oleh Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna, Ketua Lembaga Wakaf MES Nurul Huda, SVP Islamic Ecosystem Solution BSI Syukron Habiby dan Badan Pengurus Harian MES Siti Marifah

Minggu, 23 Juni 2024 - 17:49 WIB

BSI & MES Luncurkan Deposito Wakaf untuk Jaminan Sosial Pekerja Informal

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkolaborasi meluncurkan program cash wakaf linked deposito dengan nomor seri CWLD LW-MES.BSI.03.Pekerja Informal pada…

Kelompok Tani Dahlia 07 Cempaka Putih Jakarta pusat

Minggu, 23 Juni 2024 - 17:41 WIB

Didukung BRINita, Kelompok Tani Ini Sulap Lahan Terbengkalai Jadi Produktif

Warga yang tinggal di sekitar area RW 07 Cempaka Putih Barat, Jakarta, merasakan perubahan positif di lingkungan tempat tinggal mereka. Jika dulunya sebidang lahan terbengkalai yang tampak tidak…

BTN JAKARTA INTERNATIONAL MARATHON 2024 SUKSES DIGELAR

Minggu, 23 Juni 2024 - 16:12 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2024 Sukses Digelar

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sukses menggelar ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 pada Minggu,…

Pekerja di industri keramik (foto Bisnis.com)

Minggu, 23 Juni 2024 - 14:35 WIB

Asaki Desak Bea Masuk Diatas 100% untuk Produk Keramik Impor

Asaki mendesak KADI untuk segera mengeluarkan hasil akhir penyidikan Antidumping terhadap produk keramik Tiongkok dalam bulan Juni ini dengan besaran di atas 100%.