INDUSTRY.co.id -Jakarta- PT Prodia Widyahusada (Kode saham: PRDA) terbukti mampu beradaptasi di masanormalisasi pasca pandemi Covid-19 dengan capaian pendapatan bersih sebesar Rp 2,18 triliun di tahun2022. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan pun menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp223miliar atau 60 % dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2022. Jumlah pembagian dividen tunai tersebut
setara dengan Rp 237,9 per lembar saham. Prodia konsisten dan berkomitmen untuk membagikan dividensetiap tahun, bahkan mencapai 60% dari laba bersih dalam 3 tahun terakhir. “Prodia berhasil mempertahankan kinerja yang positif dan membukukan profitabilitas di tahun 2022. Hal ini dapat diraih berkat ragam inovasi pengembangan tes yang variatif serta berbagai fitur digital guna memaksimalkan layanankesehatan melalui 276 outlet Prodia yang tersebar di 34 provinsi. Kemampuan manajemen dalammengendalikan biaya secara disiplin serta dukungan oleh seluruh Insan Prodia yang kompeten dan tangguhpun turut berkontribusi dalam capaian ini”, tutur Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, pada sesi PaparanPublik. Kemarin.
Sepanjang tahun 2022, jumlah kunjungan mencapai angka lebih dari 2,8 juta. Prodia juga telahmengembangkan 18 tes baru dari Next-Generation Lab termasuk pemeriksaan genomik terkait gaya hidupdanrisiko penyakit, serta pemeriksaan preventif dan prediktif. Dalam hal akselerasi digital, Prodia menghadirkananak perusahaan PT Prodia Digital Indonesia yang fokus mengembangkan aplikasi U by Prodia, pengembanganProdia Mobile for Doctor, serta menyediakan pemesanan layanan Home Service dengan jangkauan hinggalebih dari 1.000 lokasi per hari di seluruh Indonesia. Selain itu, Prodia juga selalu membangun kolaborasi dengan para penyedia layanan kesehatan lainnya, diantaranya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, AliaHospital, IHH Healthcare Malaysia, serta kemitraan digital lainnya.
Dewi menambahkan, “Dengan berbagai inisiatif dan inovasi, Prodia mampu menaklukkan berbagai tantangandalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan terciptanya paradigmasehat. Sebagai upaya berkelanjutan, kami menyiapkan berbagai strategi seperti perluasan jejaring outlet termasuk jenis tes dan layanan yang disediakan, penerapan customer centric model, hingga penekanantransformasi digital untuk mendukung konsistensi performa Prodia di tahun 2023.” Prodia akan terus memaksimalkan pemanfaatan saluran digital demi memberikan pengalaman terbaik dankemudahan akses bagi pelanggan, salah satunya dengan penerapan omnichannel untuk segmen Business toConsumer (B2C). Hal ini didukung dengan hadirnya PT Prodia Digital Indonesia, anak usaha Perseroan, yangdiharapkan mampu mendorong pertumbuhan volume dan pendapatan. Untuk segmen Business to Business(B2B), kami memperkuat transformasi digital melalui ProdiaLink, yaitu interoperability systemyang dapat mempermudah proses referal ke lab kami. Prodia juga berfokus untuk meningkatkan jumlah pelanggan secaraorganik melalui beberapa inisiatif seperti memaksimalkan penggunaan aplikasi U by Prodia, mengoptimalkanHome Service, penambahan kapasitas tes baru, pembenahan tampilan outlet, serta penambahan channel
Prodia melalui kolaborasi dan kemitraan strategis. “Berbagai rencana matang untuk dijalankan pada tahunini adalah sebagai wujud komitmen kami untuk selalu hadir menjawab kebutuhan diagnosis dan konsistenmemberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” tutup Dewi.
Selain pembagian dividen tunai, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan juga telah menyetujui beberapaagenda rutin lainnya, yakni pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2022 termasuk didalamnyaLaporan Kegiatan dan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2022; penetapan laba bersih tahun2022;
laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan; penetapan Kantor
Akuntan Publik & Akuntan Publik; dan penetapan gaji/honorarium anggota Dewan Direksi dan Komisaris. Adapun laporan terkait realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan, merupakan laporan terakhir Perseroan setelah resmi melantai di bursa pada akhir 2016 silam, mengingat Perseroan telah menggunakan seluruh dana hasil Penawaran