INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia kembali dipercaya untuk menjadi Official Partner Country Hannover Messe 2023. Dalam ajang tersebut, Indonesia akan menampilkan wajah Indonesia di mata dunia dalam upaya transformasi ekonomi terutama di bidang industri.

Salah satu sektor yang turut memamerkan keunggulan teknologi industri di gelaran Hannover Messe 2023 yaitu industri makanan dan minuman (mamin).

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan, pameran Hannover Messe 2023 ini merupakan peluang besar untuk mewujudkan visi Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. 

Menurutnya, partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country Hannover Messe 2023 tidak hanya penting untuk ajang branding bagi Indonesia, tetapi juga mendorong peningkatan kapabilitas manufaktur Indonesia dan pembangunan infrastruktur digital.

"Diharapkan juga, industri yang ikut berpartisipasi dapat memperluas dan menjalin kemitraan baru terkait implementasi industri 4.0," kata Putu di Jakarta, Senin (3/4).

Dirinya mengungkapkan bahwa fasilitasi bagi perusahaan untuk menunjukkan kemampuannya di Hannover Messe 2023 merupakan salah satu langkah kongkret pemerintah mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Kami harapkan industri mamin mampu menampilkan sejumlah teknologi industri 4.0 yang telah ditetapkan dalam proses produksi, sekaligus memberikan informasi bahwa produk-produk yang dihasilkan industri mamin di Indonesia adalah produk yang aman, berdaya saing, dan diproduksi dengan teknologi tinggi," terangnya.

Kemenperin juga berharap melalui pameran Hannover Messe 2023, industri-industri Indonesia dapat meyakinkan buyer global, sehingga akan menggaet banyak importir yang melakukan transaksi di pameran Hannover Messe 2023.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyebut bahwa sudah banyak industri mamin menunjukkan kemajuan besar menuju transformasi digital.

"Diharapkan dengan adanya partisipasi industri mamin dalam Hannover Messe 2023 dapat menjadi inspirasi dan mendorong bagi industri mamin lainnya," kata Adhi.

Sebagai salah satu subsektor di industri agro, industri makanan dan minuman diharapkan dapat mendongkrak ekspor melalui pameran Hannover Messe.

"Di Hannover Messe, kita juga ingin menjelaskan ke mereka, Indonesia juga menerapkan itu. Target utama meyakinkan buyer Eropa," terangnya.

Terkait target nominal ekspor, Adhi belum bisa menyebutkan secara pasti. Pasalnya, dari proses kesepakatan hingga transaksi butuh waktu yang panjang.

"Kalau nilai transaksi agak sulit (dikalkulasi), karena begitu kami dapat (buyer), biasanya mulai pendaftaran, membuat label yang harus disesuaikan negara tujuan. Biasanya makan waktu 6 bulan terealisasi. Minimal target satu perusahaan dapat satu buyer," ujar dia.

Namun disisi lain, GAPMMI cukup optimis industri mamin di Indonesia cukup menggiurkan bagi para investor. 

"Kemarin, saya menerima kunjungan investor dari India, China, Jepang, dan Timur Tengah. Mereka sangat berminat masuk Indonesia industri makanan minuman. Beberapa investor bukan investor sektor makanan minuman, tapi mau masuk Indonesia ke sektor makanan minuman. Ada yang mau joint venture, ada yang mau berdiri sendiri," tutup Adhi.