INDUSTRY.co.id - Jakarta - Untuk mengkaji dampak positif dari platform eFishery bagi perekonomian dan perkembangan industri akuakultur di indonesia termasuk bagi pembudidaya, eFishery menggandeng Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) melalui sebuah riset.

Advertisement

Hasil riset ini memaparkan beberapa temuan penting atas peranan eFishery mulai dari peningkatan pendapatan usaha dan keuntungan para petani melalui produk dan layanan digital hingga peningkatan hasil budidaya panen melalui pengaplikasian teknologi yang lebih efektif dan efisien dalam sektor akuakultur di Indonesia.

eFishery berkontribusi sebesar Rp3,4 Triliun atau setara dengan 1,55% terhadap PDB sektor akuakultur Indonesia tahun 2022

Advertisement

Saat ini, ekosistem eFishery telah digunakan oleh lebih dari 70,000 pembudidaya di 280 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah ini meningkat setiap tahunnya seiring dengan masih terbukanya potensi pengembangan budidaya ikan dan udang di Indonesia.

“Melalui riset ini, kami ingin mengukur dampak yang telah diberikan oleh eFishery terhadap perekonomian Indonesia, khususnya bagi sektor akuakultur," kata Dr. Paksi C. K. Walandouw, Wakil Kepala LD FEB UI.

Advertisement

"Kami menemukan adanya peningkatan taraf hidup, bisnis, dan produktivitas pembudidaya ikan dan petambak udang melalui adopsi teknologi, setelah bergabung dengan ekosistem eFishery,” tambah Dr. Paksi.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, ekosistem eFishery memberikan peningkatan rata-rata omzet per bulan bagi pembudidaya ikan dan petambak udang yang dilihat berdasarkan skala, seperti misalnya untuk skala usaha kecil mengalami peningkatan omzet per bulan sebesar 1,7% (dari Rp63,8 juta menjadi Rp64,9 juta), sementara skala usaha menengah meningkat paling besar, yaitu sebesar 24,7% atau Rp123,1 juta (dari Rp499,3 juta menjadi Rp622,4 juta) setelah bergabung dengan eFishery.”

Advertisement

Lebih jauh, hasil riset memperlihatkan bahwa peningkatan ekonomi ini dapat terjadi karena adanya peningkatan biomassa terhadap waktu yang dapat diukur dengan Average Daily Gain (ADG). Seperti misalnya ADG untuk ikan lele dengan pemberian pakan konvensional berkisar antara 1,27 sampai 1,93. Sedangkan, rata-rata ADG untuk pembudidaya ikan dengan pemberian pakan menggunakan eFeeder eFishery adalah 2,28.

Berdasarkan riset LD FEB UI, penggunaan eFeeder bisa membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tambaknya. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya Food Conversion Ratio (FCR) 2 . Mereka yang menggunakan eFeeder memperoleh hasil FCR antara 0,85 sampai 1,34, dengan rata-rata 1,09. Hal ini berarti setiap tambahan pakan ikan 1 kg akan menghasilkan penambahan berat ikan sampai dengan 1,2 kg.

Berat panen rata-rata meningkat hingga 29,3% untuk budidaya ikan dan 11,8% untuk budidaya udang setelah menggunakan sarana produksi eFeeder selama tahun 2021 dan 2022, serta berkontribusi memberikan pertumbuhan profit sebesar +15% pada tahun 2022.