INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kinerja industri furnitur dan kerajinan nasional terus menunjukkan geliat positif. Hal ini ditunjukkan dengan kinerja ekspor industri furnitur dan kerajinan dalam lima tahun terakhir yang meningkat mencapai 78%.
Tahun lalu, nilai ekspor industri furnitur dan kerajinan menyentuh angka USD 3,5 miliar.
"Indikator ekonomi kita secara umum menunjukkan pertumbuhan positif, termasuk di industri furnitur dan kerajinan. Ini menjadi sinyal yang baik bagi kami untuk terus melanjutkan tren positif ini dan meningkatkan produksi dan promosi," kata Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur di Jakarta (12/3).
Lebih lanjut, Sobur mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2023 menjadi medium yang berperan besar dalam mendukung kinerja industri furnitur dan kerajinan.
Sebagai pameran furnitur B2B terbesar di Indonesia, FEX 2023 selalu menjadi magnet bagi buyers internasional yang mencari produk furnitur dan kerajinan yang unik dan inovatif dengan teknik pengerjaan yang halus.
Rohaan Sulaiman, buyer internasional asal India mengatakan, gelaran IFEX selalu menghadirkan kualitas dan desain yang semain baik setiap tahun. Dirinya pun selalu mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat mengunjungi IFEX.
Pendapat yang sama disampaikan oleh Jaulim Shek Rahmuth, international buyer dari Mauritius. “Kualitas produk yang ditampilkan pada IFEX tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Dari sisi finishing, sentuhan, dan kualitas secara umum selalu terlihat lebih bagus,” ujarnya.
Kehadiran buyers internasional pada tahun ini juga mengalami kenaikan mengingat tahun ini IFEX kembali masuk dalam siklus pameran furnitur Asia.
Berdasarkan catatan panitia, sampai dengan 12 Maret 2023 pameran IFEX berhasil menarik 12.118 pengunjung yang berasal dari 115 negara. Sepuluh besar negara asal pengunjung IFEX 2023 antara lain, Australia, India, Amerika Serikat, Perancis, China, Belanda, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Spanyol.
Sedangkan dari sisi transaksi, IFEX 2023 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar 250 juta dolar USD (on-the-spot).
“Kami masih optimis bahwa nilai transaksi follow-up bisa mencapai 700 juta dolar USD sehingga nilai transaksi yang kami targetkan di awal bisa tercapai,” ujar Abdul Sobur.

Ia juga menyatakan bahwa tahun depan, HIMKI siap hadir dengan lebih banyak peserta dan produk yang jauh lebih baik.
“Masih banyak corak dan ragam nusantara yang masih bisa digali dan dihadirkan oleh para peserta. Kami berharap tahun depan akan semakin banyak produk unik yang dihadirkan dari tangan para pengrajin dan pengukir yang bisa menjadi keunggulan kompetitif yang tidak bisa disaingi negara lain,” terangnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyatakan selalu siap mendukung HIMKI.
“Bersama dengan HIMKI kami selalu siap mendukung pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Berbagai catatan yang kami dapatkan pada penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan perbaikan bagi kami untuk memperbaiki penyelenggaraan IFEX di tahun depan dari berbagai sisi,” ujar Daswar.
“Bersama dengan Dyandra Promosindo, serta para pengurus HIMKI di berbagai daerah, kami akan terus mendorong IFEX menjadi salah satu andalan untuk mendongkrak pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan Indonesia,” pungkas Abdul Sobur.