INDUSTRY.co.id , Jakarta - Pertumbuhan industri berperan strategis mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Pasalnya, aktivitas industri membawa efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui beberapa hal seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, dan penerimaan devisa.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama pemangku kepentingan tengah menyiapkan skema integrasi industri dari hulu sampai hilir.
Seperti dikutip dari laman Facebook resmi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Kementerian Perindustrian bersama dengan Komisi VI DPR RI mengadakan rapat kerja guna membahas kebijakan untuk melindungi Industri Kecil dan Menengah pada era Globalisasi ini.
"Pagi ini kami mengadakan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Selain membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga RKA K/L dan Rencana Kerja Pemerintah Kementerian/Lembaga RKP K/L tahun 2018.
Kami memparkan kebijakan untuk melindungi Industri Kecil dan Menengah di Era globalisasi yang menjadi pertanyaan rekan-rekan di komisi VI," tulis Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Rabu (12/7/2017).
Pada rapat kerja tersebut, Menperin memaparkan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk melindungi sektor Industri Kecil Menengah.
"Kebijakan tersebut di antaranya E smart IKM, One Village One Product, Pembiayaan bagi IKM, Pembentukan material Center IKM, Inkubator untuk IT, Pembangunannya sentra IKM, promosi dan pemasaran product IKM," lanjutnya.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menargetkan pada 2017 pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) mencapai 182.000 unit.
Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya telah menyusun program strategis bagi pengembangan daya saing IKM 2017 untuk menjaga konsistensi peran IKM yang terus memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
“IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Hal ini terlihat dari capaian pada 2016 sebesar Rp 520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015,” ujarnya beberapa bulan lalu.
Pada tahun ini Kemenperin juga akan memfasilitasi perluasan pasar bagi 217 IKM nasional melalui promosi dan pemasaran produk dengan keikutsertaan pada pameran dalam dan luar negeri.
Negara tujuan promosi dan pemasaran antara lain, Australia, Jepang, Dubai World Trade Centre, Moskow, Frankfurt, Hong Kong, Singapura, dan Hanover.