INDUSTRY.co.id, Bogor - Setelah terkenal dengan julukan legendaris sebagai "Kota hujan", Bogor kini punya julukan baru sebagai kotanya para pelari atau "The City of Runners". Tagline itu baru dipopularkan oleh Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.
Demi tagline itu, tidak main-main Bogor langsung berbenah dan menghias diri. Hasilnya adalah infrastruktur pedestrian yang ramah pejalan kaki dan pesepeda di seputaran Kebun Raya. Berjalan kaki, berlari, atau bersepeda di sana sungguh nyaman.
Selain itu, event lari pun akan rutin digelar di Bogor dengan melibatkan banyak komunitas. "Rencananya akan ada event lari mingguan, dan ada event lari skala nasional bulanan," ujar Bima kepada INDUSTRY.co.id, usai berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon (MBSM), Minggu (9/7/2017).
Acara MBSM sendiri adalah ajang lari skala nasional yang dilaksanakan untuk memperingati HUT Kota Bogor. Sekitar 2.000 pelari memeriahkan ajang itu. Tidak hanya pelari dari Bogor dan Jakarta, tercatat sejumlah pelari dari beberapa negara, seperti Jepang, India, Malaysia, Kanada, dan Kenya mengambil start dan finis di lokasi pertemuan Presiden Joko Widodo dan Barack Obama yaitu di Kebun Raya Bogor itu.
Walikota Bima Arya padapada kejuaraan ini juga menjadi peserta untuk kategori 10K. Dia mengaku cukup puas dengan pelaksanaan kejuaraan yang baru pertama kali digelar di Kota Hujan ini meski masih ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki untuk kejuaraan berikutnya.
Bogor selama ini dikenal dengan sebutan Kota Hujan. Dengan demikian, hujan bisa turun sewaktu-waktu. Namun, kondisi ini berbeda saat Mandiri Bogor Sundown Marathon berlangsung. Cuaca mendukung pelaksanaan kejuaraan meski dilakukan dini hari.
"Selain cuaca, venue juga menantang. Jarang ada lintasan marathon seperti di sini. Naik turun. Kalau di Jakarta-kan flat. Ini juga menjadi nilai lebih. Semoga kedepan pelaksanaannya jauh lebih baik," kata Bima menambahkan.
Meski demikian, Bima menilai ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Salah satu yang menjadi pantauan adalah sterilisasi lintasan yang dinilai kurang maksimal.
Dengan kelancaran kejuaraan perdana ini, Bima menegaskan jika tahun depan pelaksanaannya akan dibuat lebih besar. Harapannya bisa menarik banyak wisatawan untuk datang ke Bogor dan bisa menjadi kota yang dipimpinnya menjadi "The City of Runners".
Demi tagline itu, ujar Bima, Pemkot Bogor berusaha keras menata kota agar ramah untuk pelari. Infrastruktur pedestrian dan lampu jalan diperbaiki, selain Pemkot juga menggaet komunitas pelari untuk terus mempopularkan olahraga lari.
"Secara bertahap kami akan terus perbaikin jalur pedestrian di Kota Bogor. Jika sekarang baru di sekeliling Kebun Raya dan Balai Kota, selanjutkan akan menyusul beberapa ruas jalan utama," kata politisi Partai Amanat Nasional itu.
Dengan nyamannya fasilitas jalan di Bogor, ujar Bima, aktivitas masyarakat untuk melakukan olahraga lari akan semakin mudah. Selanjutnya, ajang-ajang kejuaraan lari pun akan semakin rutin digelar di Bogor. Dengan begitu, pendapatan asli daerha (PAD) pun akan terdongkrak karena kunjungan wisatawan yang berniat lari di Bogor.
"Target kami, menambah PAD 30 persen dari pertambahan tingkat hunian hotel. Selama event lari berlangsung, tingkat hunian hotel penuh. Potensi ini yang akan terus kami kembangkan," ujar Bima memungkasi.(iaf)