INDUSTRY.co.id - Jakarta - ChildFund meluncurkan kampanye keselamatan anak online Web Safe And Wise - creating a better digital world with children di Asia Pasifik. Inisiatif baru ini berfokus pada penanganan risiko yang muncul di lingkungan digital sambil memberdayakan anak-anak dan remaja untuk menjadi warga digital yang efektif.
Sebagai bagian dari kampanye, ChildFund menyelenggarakan webinar 'ChildFund for Safer Internet' untuk memperingati Hari Internet Aman. Pembicara menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak secara online dan menunjukkan capaian kerja ChildFund dalam memastikan anak-anak dapat mengakses internet secara adil untuk pendidikan, hiburan, dan sosialisasi tanpa terancam oleh predator.
Di Indonesia, ChildFund melakukan survei tentang perundungan serta eksploitasi dan pelecehan seksual online terhadap 1.610 siswa SMA dan mahasiswa di empat provinsi. Menurut temuan, 6 dari 10 anak muda pernah mengalami perundungan online hanya dalam tiga bulan terakhir.
Baik anak laki-laki maupun perempuan berisiko menjadi korban, tetapi anak perempuan lebih terpengaruh.
"Dengan peluncuran kampanye Web Safe and Wise di Indonesia, kami menyasar isu perundungan dan viktimisasi online serta melatih anak-anak dan remaja untuk menavigasi kehidupan online mereka dengan aman,” ujar Hanneke Oudkerk, Country Director, ChildFund Indonesia.
Kampanye 'Web Safe and Wise' ChildFund sejalan dengan Deklarasi ASEAN untuk Perlindungan Anak dari segala bentuk Eksploitasi dan Penyalahgunaan Online, yang secara khusus ditujukan untuk mempromosikan pendidikan tingkat nasional tentang keamanan anak online.
“Ekspansi yang cepat dalam teknologi digital membuat anak-anak semakin rentan akan ancaman terhadap keselamatan dan keamanan online mereka,” kata Wanchai Roujanavong, Perwakilan Thailand untuk Hak Anak pada Komisi untuk Perempuan dan Anak ASEAN.
“Kami membutuhkan pendekatan kolaboratif multisektoral untuk memerangi eksploitasi dan pelecehan seksual online terhadap anak. Saya menghimbau negara-negara anggota ASEAN untuk berkomitmen pada rencana aksi regional untuk melindungi generasi muda kita dari segala bentuk kekerasan online," tambahnya.
ChildFund memiliki portofolio aktivitas penting yang berkaitan dengan keamanan online anak-anak di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Misalnya, pelatihan keamanan online program Swipe Safe telah menjangkau lebih dari 33.000 anak muda di Vietnam dan Kepulauan Solomon. Pada tahun 2023, program ini digulirkan di tiga negara lagi, termasuk Indonesia.
“Program pelatihan Swipe Safe berbeda karena mencakup teknologi, dan memberikan keterampilan praktis dan langsung kepada anak-anak dan remaja,” kata April Turner, Penasihat Perlindungan Anak Senior, ChildFund Australia.
Webinar 'ChildFund for Safer Internet' dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari seluruh spektrum pembangunan. ChildFund bersama dengan dukungan dari organisasi mitranya akan melanjutkan upayanya untuk membuat ruang online lebih aman di Asia-Pasifik.