INDUSTRY.co.id, Jakarta - Tak melulu Arab Saudi, Palestina, Mesir  yang menjadi tempat destinasi wisata religi favorit. Anda juga dapat mengunjungi destinasi wisata religi Uzbekistan, kenapa? Yah, disanalah tempat dilahirkannya Imam Bukhari, seorang ahli hadist termasyur yang banyak dikagumi lantaran memiliki daya hafal yang menakjubkkan. Bukhari lahir dari sebuah wilayah kecil di Asia Tengah yang kini adalah Republik Uzbekistan.

Advertisement

Bukhari lahir di sebuah kota kuno bernama Bukhara. Bukhara terletak tak jauh dari sebuah sungai panjang yang mengairi seluruh negeri Asia Tengah. Orang-orang Yunani menyebutnya Sungai Oxus. Orang Arab mengenalnya dengan nama Jeyhun. Sementara pujangga Persia menjulukinya Mulyan.

Di masa kejayaannya, Kota Bukhara menjadi salah satu pusat perekonomian, kebudayaan, ilmu agama hingga pusat menuntut ilmu para pelajar dari luar. Pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid kota ini bahkan memiliki peradaban yang begitu berkembang.

Advertisement

Anda tertarik untuk berplesiran kesana , kini Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) menyelenggarakan program kemitraan dengan Kedutaan Besar Republik Uzbekistan di Indonesia melalui penyelenggaraan tur muslim ke negeri pecahan Uni Soviet itu pada akhir Juli mendatang.

Tur muslim Uzbekistan menjadi program konsorsium yang melibatkan seluruh anggota Asphurindo. Tepatnya berlangsung 27 Juli – 4 Agustus 2017, dengan tujuan tiga kota bersejarah di Uzbekistan, yaitu Bukhara, Samarkand, dan Tashkent.

Advertisement

“Ini program tur muslim konsorsium pertama pengurus baru Asphurindo, dengan tujuan  Uzbekistan. Tur ini sebagai perwujudan kerjasama yang dirintis Asphurindo dengan Kedutaaan Uzbekistan di Indonesia. Dalam tur muslim konsorsium Asphurindo kali ini kami menargetkan diikuti sebanyak 200 orang peserta,” ujar Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi, Senin (3/7/2017)

Tur muslim konsorsium Asphurindo 2017 mematok biaya US$ 1.290 per orang, dengan start Kuala Lumpur menuju Bukhara, menggunakan maskapai Uzbekistan Airways.

Advertisement

Selama berada di negeri Asia Tengah ini, peserta menginap di hotel bintang lima dan empat. Di kota Bukhara menginap di hotel Nodir Devon Beqi Boutique (*4),  sementara di kota Samarkand di Grand Samarkand (*4), dan hotel Grand Mir (*5) di kota Tashkent.

Dalam program tur muslim Uzbek ini disebutkan, ketika berada di kota Bukhara peserta akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, antara lain masjid Minaret Kalon, Kukeldash Madrassah, dan wisata belanja di kawasan Bukhara lama/kuno.

Dari Bukhara lalu keesokan hari terbang ke Samarkand sebagai tujuan tur berikutnya. Di kota ini antara lain mengunjungi kompleks Memorial Al Bukhari, perawi hadist sahih Imam Bukhari, makam pahlawan Uzbek, mausoleum Gur Emir, masjid terkenal Bibi Khanum (berdiri sejak abad ke 15), dan wisata belanja ke Siyab Bazaar.

Tur muslim ini akan diakhiri di kota Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan. Adapun menuju Tashkent dari Samarkand menggunakan perjalanan darat, naik kereta cepat Afrasiab