INDUSTRY.co.id - Jakarta - Komunitas peracik kopi, Jakarta Coffee Learning (JCL) berkolaborasi dengan Tjantik Coffee menggelar kompetisi Barista yang dinamai Jakarta Coffee Learning X Tjantik Multi Throwdown Competition yang digelar pada Sabtu (15/10/2022) di Tjantik Caffee Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Harapanya, dengan digelarnya kompetisi ini dapat ditemukan bibit Barista terbaik yang memiliki skill, taste dan pengetahuan yang lebih baik dalam meracik kopi. Kegiatan ini juga merupakan program kerja rutin yang dilaksanakan oleh Jakarta Coffee Learning. 

Kompetisi Jakarta Coffee Learning X Tjantik Multi Throwdown Competition ini menghadirkan tiga dewan juri yang kompeten dalam bidang perkopian, diantaranya adalah Edrik Wijaya, Frans Yayang dan Aldi Rifaldi.

Setelah melewati beberapa tahapan yang cukup silit, terpilihlah tiga Barista terbaik menurut penilaian Dewan Juri. Ketiga Barista tersebut adalah Lucky Bagus (juara 1), Hardik Aryo (Juara 2) dan Denda Sumba Mahendra (juara 3). 

Founder Jakarta Coffee Learning, Fajar Gimbira atau yang populer dengan panggilan Azay mengungkapkan bahwa komunitas JCL ini terbentuk karena adanya para penikmat kopi yang kurang memahami bagaimana kopi yang nikmat diciptakan. 

Karena itulah, bersama sejumlah peracik kopi di Jakarta dirinya membentuk komunitas JCL ini, sebagai tujuan untuk memberikan edukasi tentang kopi, baik pengetahuan umum maupun skill membuat kopi. 

"Awal kami membentuk Jakarta Coffee Learning karena banyak orang yang sok tahu tentang kopi ternyata mereka minim pengetahuan tentang kopi," ucap Azay.

Lebih lanjut, Azay menyebut Jakarta Coffee learning juga bergerak di dunia sosial dengan mengadakan kelas di sejumlah tempat. "Edukasi yang kita lakukan berawal dari kegiatan-kegiatan sosial, seperti mengajarkan pembuatan kopi di gereja hingga ke masyarakat," lanjutnya. 

Selain bergelut di dunia sosial, Azay menyebut jika Jakarta Coffee Learning juga mulai bergerak ke arah komersial. "Seiring perkembangan, kita punya project yang lebih ke komersial, lebih profesional lah tepatnya, tapi kita tidak akan meninggalkan sosialnya," ucapnya. 

Kompetisi Jakarta Coffee Learning X Tjantik Multi Throwdown Competition ini sendiri menghadirkan tiga tahap ujian dalam penilaian. Babak pertama adalah manual brewing dengan menggunakan teknik V-60, pada tahap ini peserta akan diambil setengahnya untuk melaju ke babak kedua. Pada babak kedua peserta akan di uji menggunakan teknik aeropress, dan babak final peserta diadu cup tester. Yaitu peserta harus dapat membedakan rasa dari dua jenis kopi yang berbeda. 

"Peserta akan memilih kopi dari tiga cup, dari tiga cup ini ada satu cup yang berbeda. Satu set berisi tiga cup, dimana satu diantaranya ada yang berbeda. Peserta disuruh untuk memilih cup yang berbeda tersebut," ucap Frans Yayang salah satu dewan juri.