Zoom Mengungkapkan Masa Depan Gaya Kerja di Era Kolaborasi

Oleh : Herry Barus | Rabu, 21 September 2022 - 12:42 WIB

Zoom Mengungkapkan Masa Depan Gaya Kerja di Era Kolaborasi
Zoom Mengungkapkan Masa Depan Gaya Kerja di Era Kolaborasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Zoom Video Communications, Inc. (NASDAQ: ZM) mengungkap bagaimana masa depan berbagai perusahaan di era kolaborasi dalam acara G20 Digital Innovation Network di Nusa Dua, Bali. Perusahaan di berbagai industri menghadapi tantangan unik dalam meningkatkan kolaborasi antar pekerja onsite dan jarak jauh. Perkembangan perusahaan yang cepat dan semakin tersebarnya karyawan di berbagai tempat, menjadikan solusi komunikasi modern – yang memungkinkan tim untuk bekerja sama dengan erat secara real-time – perangkat yang sangat penting untuk bisnis dengan berbagai skala.

"Inovasi merupakan sumber kekuatan transformasi digital di seluruh dunia. Dalam era kolaborasi masa kini, inovasi menjadi penting untuk mengatasi berbagai tantangan, serta menjamin konektivitas dan aksesibilitas digital,” kata Abhisht Arora, Head of Corporate Strategy at Zoom, tanggal 3 September 2022, saat pembukaan acara G20 Digital Innovation Network, pada sesi “Rocky Shoals Ahead: Leveraging Digital Transformation to Embrace the Uncertainties of the Future.”

"Suatu kehormatan bagi kami untuk menjadi bagian dari G20 Digital Innovation Network Summit tahun ini, bersama dengan organisasi internasional, perusahaan-perusahaan besar dan startup-startup yang menjanjikan untuk berdiskusi tentang bagaimana kita dapat berkolaborasi dalam mengakselerasi inovasi global. Kami ingin mendukung pemerintah Indonesia dalam perjalanan transformasi digitalnya, sekaligus mendukung bisnis-bisnis dan konsumen lokal dengan teknologi yang sesuai untuk berpartisipasi dengan penuh makna dalam ekonomi digital."

Kini, Zoom sudah menjadi motor penggerak ekonomi global dalam inovasi dan konektivitas yang digunakan oleh jutaan orang di hampir 200 negara dan wilayah. Zoom telah menjadi platform komunikasi yang kuat dan terintegrasi, dengan meliputi chat, phone, whiteboard, events, contact center dan masih banyak lagi. Hal ini membuat Zoom menjadi pilihan yang intuitif, skalabel, dan aman untuk perusahaan besar, bisnis kecil dan individu.

Pandemi global telah menjadi katalis untuk transformasi digital di seluruh dunia seperti contohnya penggunaan acara virtual. Menurut Frost & Sullivan, dampak jangka panjang dan berkelanjutan dari pekerjaan hybrid dan penggunaan kanal digital mendorong pelaksanaan acara virtual secara besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang diperhitungkan untuk mencapai $4,44 miliar pada tahun 2025 secara global, meningkat dari $1,57 miliar pada tahun 2020.

Ada empat bidang yang menjadi fokus inovasi Zoom untuk mempercepat inovasi digital di masa depan:

●             Gaya kerja fleksibel: Zoom ingin menciptakan pengalaman kolaborasi yang lebih inklusif dan efektif di tempat kerja, rumah dan dalam perjalanan. Kami telah mencapai hal tersebut melalui beberapa hal seperti Zoom Spaces, yang memungkinkan hotdesking fleksibel untuk reservasi tempat, dan Smart Gallery, fitur yang menggunakan perangkat keras dan kecerdasan buatan canggih untuk menciptakan video feeds individual bagi peserta yang berada di dalam ruangan.

●             Kolaborasi berkelanjutan: Zoom ingin memberikan rasa keterhubungan dan meningkatkan kolaborasi asinkron untuk tim dengan lokasi yang berbeda-beda, contohnya melalui Zoom Chat dan Zoom Whiteboard.

●             Teknologi yang memberikan pengalaman yang imersif dan menarik, dengan Zoom Apps yang memungkinkan para developer untuk melakukan pengaturan ulang (customize) pada video partisipan dan Zoom Contact Center yang memungkinkan personalisasi interaksi pelanggan di berbagai saluran, termasuk SMS, suara, video dan web chat.

●             Menciptakan dasar untuk interaksi cerdas yang bermanfaat bagi semua orang, termasuk transkripsi otomatis dalam 30 bahasa dan penerjemahan teks secara langsung untuk 12 bahasa sebagai upaya dalam membantu mengatasi hambatan bahasa dan aksesibilitas.

Solusi Zoom telah banyak digunakan dalam berbagai industri, di antaranya edukasi, kesehatan, layanan pemerintah hingga ritel.

●             Edukasi: Konferensi video telah mengubah ruang kelas dengan anak-anak yang belajar dari rumah. Untuk sektor edukasi yang lebih tinggi, universitas di seluruh dunia dapat menyediakan program pembelajaran hybrid bagi para pelajar, membuat pengalaman kolaborasi yang kaya bersama solusi Zoom.

●             Layanan pemerintah: Solusi video zoom terutama digunakan oleh anggota lembaga pemerintahan dan komunikasi intra-pemerintah atau pengumuman program.

●             Kesehatan: Penggunaan telehealth telah mempercepat digitalisasi di sektor ini. Institusi kesehatan telah mengintegrasikan kemampuan panggilan video melalui platform Zoom ke dalam aplikasi kesehatan yang ada.

●             Manufaktur: Terdapat peluang besar untuk meningkatkan kolaborasi dengan para pekerja yang menangani konsumen secara langsung (frontliners), yang merupakan komponen kurang terlayani dari perspektif teknologi, salah satunya dengan menanamkan Zoom ke dalam perangkat yang dapat digunakan untuk membantu para ahli dalam mendiagnosis dan memperbaiki masalah dari jarak jauh, sebagai solusi yang tepat waktu dan hemat biaya.

●             Layanan keuangan: Terdapat peningkatan dalam aplikasi pelanggan berbasis video termasuk mobile banking, video-enhanced terminals dan masih banyak lagi.

●             Ritel: E-commerce dengan bantuan video menjadi semakin umum digunakan, terutama di tengah perdagangan dengan tingkat pertimbangan yang tinggi.

Seiring dengan bisnis dan konsumen yang terus mengadopsi gaya kerja, hidup, dan belajar yang semakin digital, Zoom berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ini melalui kolaborasi dengan developer dan ISV. Terdapat minat dari perusahaan digital native di seluruh Asia Pasifik dan ASEAN, yang memanfaatkan platform Zoom untuk membangun aplikasi atau mengintegrasikan teknologi inti Zoom ke dalam produk dan layanan mereka melalui API Zoom, SDK dan Zoom Developer Platform.

Zoom berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan secara keseluruhan, berinvestasi dalam jumlah besar pada talenta di Indonesia dan di seluruh Asia untuk memperluas tim dan operasional perusahaan. Zoom akan terus membangun strategi bisnisnya di Asia yang mengutamakan pelanggan dan tetap mendorong inovasi sebagai fokus utama dari semua inovasi platform Zoom.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition Susan Bowerman

Senin, 26 September 2022 - 19:48 WIB

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh Anda dalam Sehari? Cobalah Hitung dengan Metode Ini

Jakarta– Kata "protein" berasal dari kata Yunani "protos," yang berarti "peringkat satu atau posisi yang paling utama" dan kata ini dipilih karena alasan yang bagus.

diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat bertajuk "UU Cipta Kerja Tumbuhkan Pengusaha Muda dan UMKM" pada Senin (26/9/22).

Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB

UU Ciptakerja Memberi Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, FMB9 - Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Arief Budimanta menyampaikan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bertujuan memberikan kemudahan, perlindungan…

Mitsubishi New Xpander Cross

Senin, 26 September 2022 - 19:30 WIB

Dibekali Fitur Canggih, New Xpander Cross Lebih Unggul dari Mobil Sekelas

New Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada 11 Agustus 2022 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mengusung tagline “Rise to Your Life’s Adventure”,…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB

Sebelum Diberlakukan, Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah untuk melanjutkan ujicoba konversi elpiji ke listrik dan membuktikan bahwa dengan cara ini masyarakat bisa berhemat.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis, dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr. Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri)

Senin, 26 September 2022 - 19:15 WIB

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara…