INDUSTRY.co.id , Jakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengapresiasi kinerja petugas dalam melayani arus mudik dan arus balik pada hari raya Idul Fitri tahun ini. Ia mengakui para petugas sangat lugas dan tanggap dalam mengatasi setiap kemacetan di jalan.

Advertisement

"Saya apresiasi kegiatan Polri yang begitu detail, lugas dan tanggap. Saya juga mengapresiasi Menteri Kesehatan dan Menteri PUPR yang sudah mendukung pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2017," kata Menhub di Jakarta Sabtu (1/7/2017).

Menurut Budi, ada tiga hal yang menjadi perhatiannya untuk menekan angka kecelakaan.

Advertisement

"Pertama, berkaitan dengan penggunaan sepeda motor untuk jarak jauh. Kita belum mampu menyelesaikan dengan alternatif-alternatif lain. Oleh karenanya, selain ada mudik gratis, kita minta Polri untuk memberikan pernyataan (himbauan) kepada mereka (pengemudi sepeda motor) dan tempat istirahat bagi mereka," tutur Budi.

Kedua, berkaitan dengan kelaikan bus. "Terkait dengan bus yang relatif banyak yang belum laik, ada 30%. Kami mohon kepada Polri untuk melakukan penindakan bagi mereka (bus) yang tidak berstiker," tegas Menhub.

Advertisement

Menurutnya, berdasarkan kejadian kecelakaan di beberapa titik disebabkan oleh armada bus yang memang sama sekali tidak memiliki kualifikasi di jalan raya. Untuk itu, Kemenhub sudah berkoordinasi dengan pihak Kapolri. Terakhir, Menhub menghimbau operasional truk.

"Kemarin pagi kami sudah buat Surat Edaran. Kami bukannya memperpanjang ketidakbolehan truk beroperasi, tetapi kami hanya menghimbau agar truk tidak beroperasi sampai tanggal 2 Juli 2017 pukul 24.00 WIB," jelas Menhub.

Advertisement

Menhub menambahkan, ada pengecualian bagi truk yang masih boleh beroperasi dengan alasan penting. Untuk itu, Menhub sudah sampaikan mandat kepada Polri untuk melakukan tindakan. Apabila di satu titik ada kemacetan, Polri berhak untuk melakukan manajemen lalu lintas dan memprioritaskan pemudik untuk pulang.