Bingung Pilih Bahan Bakar? Simak 5 Perbedaan Pertalite dan Pertamax

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 02 September 2022 - 10:12 WIB

SPBU Bahan Bakar
SPBU Bahan Bakar

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Dalam beberapa waktu terakhir isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi buah bibir hangat di kalangan masyarakat. Bahkan beredar rumor kuat bahwa harga Pertalite dan Pertamax akan naik pada hari Rabu, 1 September 2022 meskipun pada kenyataannya harga keduanya masih tetap tidak berubah yaitu Pertalite di Rp 7.650 / liter dan Pertamax di Rp 12.500 / liter.

Isu dari kenaikan BBM jenis Pertalite dan Pertamax, meskipun belum resmi ditetapkan oleh pemerintah, tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap keputusan masyarakat dalam memilih BBM yang sesuai dengan anggaran. Tidak sedikit masyarakat yang berencana untuk beralih menggunakan bahan bakar Pertalite yang memiliki harga lebih rendah agar dapat menghemat ongkos pengeluaran.

Lifepal.co.id, sebagai insurance marketplace terdepan di tanah air, memberikan informasi terkait perbedaan dasar antara Pertalite dan Pertamax. Diharapkan dengan teliti dan mengetahui perbedaan tersebut, kamu dapat memilih bakar bakar yang tepat untuk kendaraan.

Nilai oktan

Pertalite dan Pertamax memiliki nilai oktan yang berbeda. Pertalite memiliki RON (Research Octane Number) 90 dan Pertamax 92. Angka ini menunjukan bahwa besaran tekanan yang bisa diberikan sebelum pembakaran bensin secara spontan. Semakin tinggi nilai oktan suatu bahan bakar, maka BBM akan lebih lama untuk terbakar.

Oktan atau RON juga berguna sebagai indikator penggunaan bahan bakar bagi kendaraan baru kamu. Biasanya, setiap perusahaan yang memproduksi kendaraan mengeluarkan nilai minimum RON untuk setiap kendaraannya.

Bagi kendaraan yang memiliki kompresi tinggi lebih cocok menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Jadi, kamu tinggal mencocokkan bahan bakar mana yang paling tepat untuk kendaraan yang kamu gunakan.

Kompresi mesin

Selanjutnya adalah kompresi mesin yang juga bisa dijadikan patokan perbedaan pertalite dan pertamax. Untuk kamu ketahui, bahwa pertamax dibuat untuk mesin dengan kompresi diatas 10:1 sampai 10,9:1. Sementara itu, pertalite ditujukan untuk kompresi di bawah Pertamax, yaitu 9:1 hingga 10:1.

Meski begitu, pertamax memiliki kandungan yang kurang lebih sama dengan pertalite, yaitu mengandung zat aditif seperti pembersih, anti karat, dan zat penjaga kemurnian bahan bakar dari air atau demulsifier.

Warna cairan

Ini salah satu jadi perbedaan yang paling mendasar bahwa Pertalite dan Pertamax memiliki warna yang berbeda. Bagi kamu yang pernah membeli bensin eceran pasti tahu perbedaan warna ini. Pertalite biasanya berwarna hijau, sedangkan pertamax berwarna biru, dan untuk pertamax turbo berwarna merah.

Dan untuk diketahui, warna asli BBM hasil produksi dari kilang Pertamina adalah bening. Sehingga untuk memudahkan dalam operasional di lapangan sengaja diberikan pewarna berbeda-beda. Selain itu, pemberian warna tiap jenis BBM ini agar konsumen juga mengetahui jenis BBM yang digunakan.

Tingkat polusi

Setiap bahan bakar memiliki tingkat polusi yang berbeda berdasarkan kualitas dari bahan bakar tersebut. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya juga memperhatikan hal ini untuk menjaga lingkungan lebih sehat.

Perlu kamu ketahui bahwa semakin tinggi nilai oktan dari sebuah BBM, maka polusinya justru semakin kecil. Oleh karena itu jika kita komparasi antara pertalite dengan pertamax, maka pertalite jauh lebih berpolusi dibandingkan dengan pertamax.

Harga

Perbedaan Pertalite dan Pertamax yang terakhir adalah harga, Pertalite memiliki harga yang lebih murah daripada Pertamax. Untuk itu, banyak orang yang mempertimbangkan untuk membeli Pertalite karena harganya yang relatif lebih murah daripada Pertamax.

Meski lebih mahal sedikit, faktanya Pertamax lebih irit dari Pertalite. Perlu kamu ketahui juga bahwa harga ini juga berdasarkan tinggi oktan. Semakin tinggi nilai oktan suatu BBM, akan semakin tinggi pula harga jualnya. Maka dari itu, harga Pertamax lebih mahal daripada harga Pertalite.

Itulah beberapa perbedaan dasar antara bahan bakar Pertalite dan Pertamax yang perlu kamu ketahui agar bisa menyesuaikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dengan jenis kendaraan yang kamu miliki. Setelah memilih bahan bakar yang sesuai dengan kendaraanmu, jangan lupa untuk menggunakan asuransi kendaraan sebagai bentuk perlindungan terhadap kendaraan dan keuanganmu. Saat terjadi kerusakan, kamu tidak perlu bingung memikirkan biaya karena biaya perbaikan sudah ditanggung oleh asuransi. Semoga informasi dari Lifepal.co.id ini dapat berguna ya. Ratusan pilihan polis asuransi terbaik, termasuk pilihan asuransi kendaraan dapat diakses dengan mudah melalui website Lifepal.co.id

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition Susan Bowerman

Senin, 26 September 2022 - 19:48 WIB

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh Anda dalam Sehari? Cobalah Hitung dengan Metode Ini

Jakarta– Kata "protein" berasal dari kata Yunani "protos," yang berarti "peringkat satu atau posisi yang paling utama" dan kata ini dipilih karena alasan yang bagus.

diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat bertajuk "UU Cipta Kerja Tumbuhkan Pengusaha Muda dan UMKM" pada Senin (26/9/22).

Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB

UU Ciptakerja Memberi Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, FMB9 - Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Arief Budimanta menyampaikan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bertujuan memberikan kemudahan, perlindungan…

Mitsubishi New Xpander Cross

Senin, 26 September 2022 - 19:30 WIB

Dibekali Fitur Canggih, New Xpander Cross Lebih Unggul dari Mobil Sekelas

New Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada 11 Agustus 2022 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mengusung tagline “Rise to Your Life’s Adventure”,…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB

Sebelum Diberlakukan, Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah untuk melanjutkan ujicoba konversi elpiji ke listrik dan membuktikan bahwa dengan cara ini masyarakat bisa berhemat.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis, dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr. Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri)

Senin, 26 September 2022 - 19:15 WIB

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara…