INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perkembangan industri kreatif saat ini berjalan dengan baik di era digital yang berkembang pesat. Di mana, warisan budaya juga ikut mengalami transformasi dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan.
Namun demikian, segala pengembangan yang hadir seharusnya tak hanya sekedar memberi manfaat atau menyelesaikan suatu masalah bagi masyarakat, tapi juga tetap menjaga warisan budaya atau identitas budaya kita untuk generasi selanjutnya.
Menjawab fenomena tersebut, Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University menggelar international conference Bandung Creative Movement (BCM) tahun 2022 secara daring pada hari Kamis, 1 September 2022.
Acara akbar ini merupakan wadah bagi para peneliti, insan kreatif, akademisi serta profesional industri dari seluruh dunia untuk mempresentasikan hasil penelitian dan kegiatan pengembangannya dibidang teknologi, desain, kemasyarakatan, bisnis, dan lingkungan. BCM 2022 ini merupakan konferensi internasional BCM ke-9 yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2014.
Hadir beberapa keynote speaker pada event tersebut yaitu Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arini Arumsari dari Telkom University-Indonesia, Prof. Lia Vilahur Chiaraviglio dari EU ERAM University of Girona UdG Spain - Spain.
Selain itu juga turut hadir, Dewa Made Weda G dari Ciputra University- Indonesia, Mohd Asyiek Bin Mat Desa dari University Sains Malaysia (USM)-Malaysia, Mikhael Yulius Cobis dari LSPR Institute of Communication & Business-Indonesia.
Mengusung tema Sustainable Development in Creative Industries: Embracing Digital Culture for Humanities, acara ini diisi dengan konferensi internasional di kalangan industri kreatif, lokakarya profesional industri kreatif, dan pameran internasional karya seni dan desain.
Sedikitnya dihadiri oleh 15 perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Adapun dua kampus yang bekerja sama pada BCM 2022 ini, yaitu Universitas Ciputra dan Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR.
Hanif Azhar selaku Chairman BCM 2022 menerangkan bahwa konferensi internasional ini dapat menjadi wadah untuk saling bertukar ide antar praktisi dan akademisi.
"Kalau kita lihat perkembangan, industri kreatif sudah berkembang baik. Mulai dari desain arsitektur, desain produk, desain fashion, desain advertising, UI/UX, NFT, dan lain lain. Melalui konferensi internasional BCM ini, tujuannya bukan hanya sekedar meningkatkan publikasi internasional. Tapi, kami ingin BCM ini menjadi wadah bagi praktisi atau delegasi saling berdiskusi, bertukar ide, ataupun berkolaborasi mengenai bisnis atau penelitian. Kesempatan kita untuk melakukan hal hal tersebut terbuka luas," terang Hanif.
Ia menambahkan, BCM 2022 kali ini mengangkat 4 (empat) topik besar mengenai pengembangan industri kreatif secara berkelanjutan ini, yaitu (1) Arts, Culture, and Society, (2) Design & Architecture, (3) Technology and New Media dan (4) Management & Business.
Hanif berharap para keynote speaker yang turut andil pada konferensi kali ini diharapkan bisa berbagi pandangan sekaligus pengalaman kepada para peserta maupun delegasi mengenai upaya-upaya yang perlu dilakukan. Sehingga bisa dapat menjadi pertimbangan dalam menjaga perkembangan industri secara berkelanjutan.
Masuk Nominasi THE Asia Award 2022
Dr. Roro Retno Wulan selaku Dekan Fakultas Industri Kreatif Telkom University, menambahkan, perbedaan BCM tahun ini dibanding penyelenggaraan event sebelumnya, terdapat pertunjukan audio bergenre horor Los Harewos Audio Experience (LHAE) hasil kerja sama dengan Creatilatory. Di mana animonya sangat baik.
Selain itu, Roro mengatakan bahwa pihaknya juga berbangga karena event BCM dari Telkom University terpilih masuk nominasi The Higher Education (THE's) Asia Award 2022 kategori Excellence and Innovation in the Arts mewakili Indonesia.
“Kami berbangga, di tahun 2022 ini, kami masuk nominasi The Higher Education Award. Harapannya, tahun 2023 nanti tidak hanya masuk nominasi, tapi juara agar bisa mengharumkan nama Indonesia," tutup Roro.