INDUSTRY.co.id - Munculnya kasus tanaman cabai berbakteri yang ditanam oleh warga berasal dari China, di Bogor, Jawa Barat, dinilai mengancam kedaulatan pangan di tanah air.
Anggota Komisi IV DPR Hermanto mengatakan, bakteri berbahaya itu bila tak ditangani cepat bakal menimbulkan penyakit bagi tanaman lain. Sebab, banyaknya tanaman tertular berbakteri bakal berdampak menurunya produktivitas.
"Ini merupakan ancaman yang sangat serius dan bisa mengakibatkan krisis pangan di Indonesia," kata Hermanto, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/12).
Hal itu menanggapi, balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian menilai benih cabai yang ditanam warga Tiongkok di Bogor terinfeksi bakteri Erwinia chrysantemi, yakni organisme pengganggu tanaman karantina A1 golongan 1.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai bakteri tersebut mesti dibasmi sesegera mungkin. Ia mendesak pemerintah agar menindak warga Tiongkok yang menanam benih cabai terinfeksi bakteri ganas tersebut.
"Preseden buruk ini mestinya menjadi sinyal bagi pemerintah agar mewaspadai penguasaan lahan pertanian oleh asing," pungkasnya.