INDUSTRY.co.id - Bogor - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA), emiten BEI di sektor angkutan transportasi darat, berencana mengoperasikan 25 unit bus listrik dalam lima tahun ke depan. Rencana itu terungkap ketika manajemen LRNA menjelaskan pada acara paparan publik di Bogor, Jumat (15/07/2022).
Dalam acara tersebut, Direktur Pelaksana (Managing Director) LRNA, Dwi Rianta Soerbakti, MBA, mengemukakan, rencana itu ditetapkan manajemen LRNA, setelah Divisi Rental Bus perseroan pada Juni 2022 lalu memenangkan tender pengadaan dan operator bus medium listrik dari Sinar Mas Land.
“Dengan adanya tender tersebut, maka perseroan akan mengoperasikan satu unit bus listrik pada Agustus 2022 mendatang di BSD City. Bus listrik yang akan dioperasikan tersebut bermerek Skywell,” ujar Rianta.
Rianta menjelaskan, kemenangan tender pengadaan dan opertor bus medium listrik dari Sinar Mas Land tersebut merupakan salah satu strategi ekspansi Divisi Rental Bus perseroan pada 2022, terutama untuk memperoleh kontrak kerja sama dalam hal penyediaan sewa bus berjangka panjang.
Di samping itu, demikian Rianta, perseroan juga akan memperkuat rute atau trayek jarak pendek di Jabodetabek melalui layanan Jabodetabek Residence Connection (JRC) dan Trans Jabodetabek Reguler (TJR), serta memperluas Angkutan Bandara (Jabodetabek Airport Connection/JAC). Itu karena perseroan melihat potensi segmen ini cukup besar.
“Kami terus berkomitmen memperkuat trayek jarak pendek kategori Commuter Line yaitu JRC, JAC dan TJR. Kami perketat rasio jumlah karyawan, juga sistem e-ticketing dan menjalankan sistem Cashless Payment Method. Dengan demikian, kami yakin Divisi Rental Bus bisa menyumbang pendapatan yang signifikan bagi perseroan,” papar Rianta.
Oleh karena itu, menurut Rianta, manajemen perseroan akan terus melakukan efisiensi dan optimalisasi biaya agar dapat mengendalikan perkembangan bisnis perseroan di seluruh jenis layanan, yaitu segmen bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), AKAP Jarak Pendek trayek Jakarta- Bogor-Tangerang-Jakarta, serta segmen Bus Angkutan Bandara yang pada tahun lalu belum beroperasi maksimal karena penurunan demand masyarakat dan pengetatan aturan pemerintah di kala pandemi Covid-19.
Kini, Bisnis AKAP Lorena memiliki 20 rute, yaitu Pekanbaru, Bukit Tinggi, Padang, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya hingga Madura. Armada AKAP terdiri dari Double Decker MB2542 (12 unit), Super Executive Class (12), Executive Class (85), VIP Class (8), Business Class 1 (15), Business Class 2 (22) dan Medium Bus (2). Armada lainnya, yaitu TransJabodetabek Reguler (22), Jabodetabek Residence Connection (12), Jabodetabek Airport Connection (18), dan Shuttle Bus.
Rianta juga mengatakan, perseroan juga akan masuk ke bisnis industri angkutan limbah medis. “Izin rekomendasi angkutan limbah bahan berbahaya dan beracun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah didapat. Kini, dalam proses due diligence beberapa perusahaan yang mungkin menjadi mitra Lorena,” imbuh Rianta.
Pada triwulan pertama 2022, kinerja Lorena mulai pulih. Itu tercermin dari kenaikan pendapatan dan penurunan rugi bersih yang signifikan. Pendapatan LRNA pada triwulan pertama 2022 naik 0,82% menjadi Rp 17,22 miliar dibanding periode yang sama 2021 sebesar Rp 17,08 miliar. Rugi bersih dipangkas 49% menjadi Rp 3,64 miliar pada Q1-2022 dibandingkan periode yang sama 2022 sebesar Rp 7,12 miliar. (*)