INDUSTRY.co.id - China baru-baru ini memulai operasi penerbangan dalam negeri maupun internasional setelah larangan dua tahun karena pandemi Covid-19. Beijing yang sejak awal 2020 tertutup bagi penerbangan internasional juga mulai dibuka kembali.
Melansir dari laman Times of India, menurut sebuah laporan menyatakan China juga telah mengurangi waktu karantina menjadi 7 hari di hotel yang ditunjuk dalam proses merampingkan prosedur bagi mereka yang tiba di negara itu, yang diikuti dengan isolasi 3 hari di rumah dari isolasi 2 hari sebelumnya untuk pelancong masuk.
Dilaporkan, kebijakan tersebut menyebabkan peningkatan operasi penerbangan yang menghubungkan China dengan negara lain, terutama Amerika Serikat, bersama dengan jumlah orang yang bepergian ke luar negeri.
China juga telah membuat penyesuaian substansial sejak pandemi Covid-19, ketika konsulat dan kedutaan besar di 125 negara mengumumkan kebijakan untuk merampingkan proses bagi mereka yang memasuki daratan Tiongkok.
Seperti diberitakan sebelumnya, Beijing bulan lalu mencabut larangan visa dua tahun bagi para profesional India dan keluarga mereka yang bekerja di berbagai kota di China, tetapi perjalanan mereka ke China tetap menjadi tantangan karena belum ada penerbangan antara kedua negara yang dimulai.
Sementara itu, China telah mengizinkan layanan penerbangan terbatas ke beberapa negara di lingkungan tersebut, seperti Nepal, Sri Lanka, dan Pakistan.