Industri Petrokimia Makin 'Diujung Tanduk', Bea Masuk 0% Bahan Baku dari UEA Harus Ditunda

Oleh : Ridwan | Selasa, 28 Juni 2022 - 17:10 WIB

Ilustrasi industri petrokimia
Ilustrasi industri petrokimia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia dan Uni  Emirat Arab (UEA)  melaksanakan perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement / IUAE-CEPA). 

Celakanya, UEA mengajukan opsi penurunan bea masuk (bisa sampai nol) untuk produk dengan kode HS 39. Kode tersebut adalah untuk bahan baku plastik di industri petrokimia.

Pemerhati Ekonomi dan Industri, Fauzi Aziz mengatakan bahwa setiap perjanjian bilateral di bidang ekonomi dan perdagangan selalu cenderung bersifat win - win.

"Jika ada indikasi merugikan bagi Indonesia, dan nilainya signifikan sebaiknya pemerintah harus membuying timekan hasil perundingan, misal dengan menunda atau pelaksanaannya atau di bidang yang menurut kita akan menekan pertumbuhan industri dalam negeri," ungkap Fauzi 

Mantan Dirjen IKM ini berpendapat bahwa kerja sama FTA tidak harus bicara trade, tapi lebih pas jika dirancang membangun kolaborasi dalam kerja sama investasi. 

Request dari Indonesia adalah joint venture Investasi di proyek substitusi impor. Jadi basenya adalah industrial cooperation antara UEA dan Indonesia. 

"Kalau free trade yang akan seperti itu. Jadi master agreementnya kerja sama investasi. Dan output dari kerja sama investasi adalah ekspor dan mencukupi kebutuhan dalam negeri. Sebaiknya strateginya diubah dari situ masuk isu local content dan yang masih belum akan diproduksi di dalam negeri bisa diberikan tarif 0%. Jujur, Indonesia butuh dana investasi dari UEA. Kalau joint venture pasti mereka mau," tukas Fauzi Aziz.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bima Yudhistira mengatakan klausul UEA agar Indonesia menurunkan bea masuk bahan baku plastik masih dapat dikaji dengan melihat sejumlah indikator.

"Masih terbuka peluang untuk negosiasi. Kendatipun ada permintaan supaya bea masuk dikurangin, tetapi kalau melihat kebutuhan dalam negeri, jangan sampai kontradiksi dengan rencana perluasan industri di Indonesia," kata Bhima.

Menurutnya, sejumlah klausul masih bisa dikaji lebih dalam, seperti ongkos produksi serta beberapa potensi kehilangan investasi, yang dinilai diperhitungkan secara hati-hati dalam perundingan dengan UEA.

Selain itu, kata Bhima, posisi tawar Indonesia untuk melobi UEA untuk membangun pabrik petrokimia di Tanah Air sulit karena negara tersebut memiliki sumber yang melimpah untuk industri tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia berpotensi kebanjiran bahan baku plastik dari UEA. Sebab, rencana penurunan bea masuk komoditas itu ke RI diprediksi bisa mendongkrak impor bahan baku plastik dari UEA sekitar 50 persen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketum IMI bambang Soesatyo

Sabtu, 10 Desember 2022 - 12:00 WIB

Ketum IMI Buka Jambore Nasional IMI 2022, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pasca Pandemi

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Ketua IMI Bali sekaligus Founder Krisna Holdiny Company Ajik Krisna membuka Jambore Nasional IMI 2022…

CoinEx

Sabtu, 10 Desember 2022 - 11:23 WIB

Pengguna CoinEx Berpeluang Diundang ke Inggris dan Negara Lain, Begini Caranya

Pada tanggal 24 Desember mendatang, crypto exchange CoinEx akan merayakan hari jadinya yang kelima, merayakan perkembangan platform bersama dengan para pengguna setianya.

OPPO di INNO DAY 2022

Sabtu, 10 Desember 2022 - 10:48 WIB

OPPO Komitmen Ungkap Teknologi Mutakhir Baru dan Komitmen Memberdayakan Masa Depan yang Lebih Baik

OPPO mengkonfirmasi bahwa acara teknologi tahunan keempatnya, INNO DAY 2022, akan diadakan dalam format virtual pada 14 Desember 2022. Bertemakan "Memberdayakan Masa Depan yang Lebih Baik",…

Presiden Jokowi dan Mempelai Pria, Kaesang

Sabtu, 10 Desember 2022 - 09:58 WIB

Kaesang Sekeluarga Hadiri Upacara Malam Midodareni di Rumah Erina Gudono

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengantar putra bungsunya, Kaesang Pangarep, ke rumah calon mempelai wanitanya, Erina Gudono, di Sleman, Yogyakarta, untuk menjalani prosesi upacara midodareni…

Dankormar Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto

Sabtu, 10 Desember 2022 - 06:00 WIB

Dankormar Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto Hadiri Pelepasan Sailing Camp Perti Saka Bahari 2022

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, menghadiri Upacara pelepasan Sailling Camp Perti saka Bahari dalam rangka peringatan Hari Armada RI…