INDUSTRY.co.id, Jakarta-Ekosistem blockchain public mengalami pertumbuhan eksponensial pada tahun 2021, saat dunia multi-chain berkembang, token public chain juga mengalami perkembangan yang signifikan.
Pada tahun 2021, token bawaan CoinEx, CET, telah mencatatkan kinerja yang kuat di tengah para pesaing. Selain itu, berkat rekam jejaknya yang unggul, CET menjadi salah satu token public chain yang paling banyak diamati di antara investor kripto di sepanjang paruh kedua tahun 2021.
Founder & CEO CoinEx Haipo Yang, memaparkan, token CET kali pertama dihadirkan melalui jaringan Ethereum sebagai token ERC-20 pada Januari 2018, yang dibangun untuk mewakili layanan nilai tambah dan skema hak istimewa berdasarkan ekosistem bisnis dari bursa kripto CoinEx.
Menurut situs web CoinEx, CET senilai US$5,78 juta telah di-burn selama Oktober 2021, dan CET senilai US$440.000 juga telah di-burn pada satu hari saja, pada 28 Oktober 2021. Skala besar dari mekanisme pembelian kembali (buyback) dan burning, serta pertumbuhan harga yang mengejutkan, telah menempatkan CET dalam pantauan investor.
Pasokan awal token CET adalah 10 miliar. Sejak dirilis, token ini telah diterbitkan dan diedarkan dengan berbagai cara, termasuk melalui insentif airdrop, diskon biaya transaksi, promosi, pembukaan kunci tim dan lainnya. Menariknya, pemegang token CET akan mendapatkan nilai tambah dari platform, antara lain menjadi potongan biaya perdagangan, mendapatkan layanan dan hak istimewa VIP, mendapat hak promosi eksklusif, dapat berpartisipasi dalam ekosistem CSC dan masih banyak lagi.
Selain itu, secara khusus, 1,8 miliar CET akan didistribusikan ke tim CoinEx (akan dirilis secara linier selama 5 tahun) untuk membangun tim dan perluasan pasar. “Pada Maret 2021, tim CoinEx memutuskan untuk membakar sisa 1,08 miliar CET yang tidak terkunci pada satu waktu, yang memungkinkan token memasuki sirkulasi penuh. Ini juga mewakili burning token berbasis platform yang terbesar dalam sejarah cryptocurrency,” ujar Pendiri dan CEO CoinEx, Haipo Yang.
Menurutnya, Haipo menambahkan bahwa, nantinya CoinEx akan melanjutkan mekanisme buyback CET setiap hari dengan 50 persen dari pendapatan biaya transaksinya. Selain itu, CoinEx juga akan burn semua token CET hasil buyback pada setiap akhir bulan kalender hingga total pasokan CET berkurang menjadi 3 miliar saja.
"Nantinya, akan ada semakin banyak kasus penggunaan dari token CET seiring perkembangan dari ekosistem CoinEx,"ujarnya.