INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya selama bulan Ramadan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegata akan mengalami penurunan dratis.
"Kalau jumlah wisatawan nusantara rata-rata perbulan 20 juta, jika pertahun sekitar 240 juta. Tapi waktu bulan puasa wisnus turun menjadi 50 persen, tinggal 10 persen," ujar Menpar, saat Gelar Dialog dan Silaturahmi dalam Acara Bukber dengan Wartawan Pariwisata, di kawasan Kelapa Gading, di Bakmi Naga, Jakarta Utara, Selasa (20/6/2017).
Adapun akibat penurunan ini dikarenakan, tambah Dia, masyarakat Indonesia yang beragama Islam dan berpuasa tidak suka traveling saat puasa. Namun, ketika Lebaran akan terjadi lonjakan besar-besaran.
"20 juta orang paling tidak naik pesawat, 10 juta pergerakan wisnus ketika puasa, ditambah 20 juta saat Lebaran, jadi totalnya 30 juta wisnus, jadi untuk wisnus itu peak season ketika puasa dan Lebaran" sambung Menpar.
Menpar mengungkapkan, hal ini serupa pada jumlah wisman dari negara yang mayoritasnya beragama Islam seperti Malaysia, juga akan turun 50 persen.
"Jika dijumlahkan wisman 90 persen akan turun, kalau rata-rata satu juta akan menjadi 90 ribu," tambahnya.
Menurut Arief, momen Hari Raya Idul Fitri ini tanpa melakukan upaya promosi apapun, akan menggerakkan wisatawan nusantara karena mereka banyak yang mudik ke kampung halamannya dan pastinya akan mendatangi objek wisata.
"Selama Lebaran akan bergerak 20 juta wisnus, dan celah ini dapat dimanfaatkan dengan menambah promosi untuk meningkatkan destinasi wisata di daerah," pungkas, Menteri Pariwisata, Arief Yahya.