INDUSTRY.co.id - Jakarta- Panglima TNI Gatot Nurmantyo memprioritaskan pencairan gaji ke-14 untuk prajurit TNI yang tengah bertugas di daerah terpencil terlebih dahulu agar penyalurannya merata.

Advertisement

"Prajurit yang di Mabes TNI tidak saya bagikan dahulu sebelum yang di tempat-tempat terpencil dapat," kata Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam pidato sambutannya pada acara buka puasa ribuan prajurit TNI dengan Presiden dan Wakil Presiden RI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (19/6/2017)

Gatot menyampaikan hingga Jumat (16/6) pekan lalu pencairan gaji ke-14 bagi prajurit TNI sudah tersalurkan sebesar 53 persen. Atas nama seluruh prajurit TNI, Gatot berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas pencairan gaji ke-14 tersebut.

Advertisement

"Nanti setelah gaji ke-14, setelah pulang gaji ke-13 juga segera diterima. Maka Bapak (Presiden) jangan ragukan lagi, moril seluruh prajurit TNI sangat tinggi saat ini," kata Gatot kepada awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga meyakinkan Presiden Joko Widodo bahwa garis komando tertinggi TNI berada di tangan Presiden.

Advertisement

"TNI berbeda dengan organisasi lain, TNI mengutamakan kesatuan garis komando. Garis komando tertinggi dari Presiden kepada Panglima dan terus ke bawah, dan saya jamin garis komando di TNI terlaksana," ujar Gatot.

Gatot mengatakan bahwa kesatuan garis komando harus dipegang teguh TNI karena TNI dilengkapi alutsista persenjataan yang mematikan.

Advertisement

Gatot menyatakan siap bertanggung jawab jika garis komando tidak terlaksana di tubuh TNI.

"Kalau tidak terlaksana, saya yang bertanggung jawab," katanya.

Gatot meminta Presiden tidak meragukan TNI.

Ia menegaskan bahwa TNI siap digerakkan kapan pun sesuai dengan perintah Presiden.

Panglima juga memastikan bahwa prajurit TNI tidak mengenal kata gagal dalam melaksanakan tugasnya. TNI akan melakukan segala upaya agar tugas terlaksana dengan baik sebab kegagalan akan berujung pada hancurnya NKRI.

"Ini yang perlu Bapak yakini. Kalau sekarang ada 'riweuh', itu hanya bumbu saja dan itu cara agar TNI tetap utuh," ucapnya.