INDUSTRY.co.id, Banten - Bersama dengan Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Pariwisata menggelar acara Bimbingan Teknis Analisa Destinasi. Acara yang diinisiasi Asisten Deputi Infrastruktur dan Ekositem Kemenpar serta Tim Pokja Percepatan Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar itu digelar memperkuat Tanjung Lesung sebagai satu dari Destinasi prioritas yang sering disebut Menpar Arief Yahya sebagai 10 Bali Baru itu.
Kita bangun brand awareness dan kesadaran masyarakat terkait dengan potensi Tanjung Lesung dengan cara mengenalkan kepada publik. Komponen pendukung pariwista seperti infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas manajemen pariwisata juga sangat penting dilakukan secara terintegrasi, kata Tim Litbang Kemenpar RI Priya FM, Banten, Kamis (15/6/2017).
Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan Kawasan Strategis Nasional diantaranya KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Kawasan tersebut juga masuk ke dalam 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo dan Kemenpar.
Kata Priya, acara ini juga bagian dari persiapan dari sisi pengembangan destinasi, industri pemasaran dan kesiapan SDM untuk kawasan Tanjung Lesung yang terus dimatangkan oleh Kemenpar bersama-sama Pemprov Banten dan Pemda Pandeglang.
"Destinasi pariwisata di Indonesia yang potensial memiliki banyak peluang untuk bisa dijadikan sebagai kawasan wisata unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, seperti Tanjung Lesung di Pandeglang Banten dengan potensi bahari serta alamnya bisa dikembangkan secara maksimal salah satunya melalui SDM yang professional, sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Banten Eneng Nurcahyati didampingi PIC Percepatan Destinasi Prioritas Tanjung Lesung Ida Irawati mengatakan, meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata, menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur.
Mengembangkan destinasi serta industri pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah harus dibarengi dengan kemampuan melihat karakteristik pasar wisatawan dengan meninjau pergerakan kunjungan ke tempat wisata.
Untuk bisa mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak destinasi wisata bagi masyarakat, pelaku usaha dan daerah harus dibangun koordinasi yang baik seperti membangun kepastian bisnis dan manajemen pariwisata yang tepat kata Eneng.
Ia menambahkan, hasil dari Bimbingan Teknis Analisa Destinasi Tanjung Lesung harus dapat dijadikan acuan aksi bagi peserta untuk berbagi peran dalam pengembangan destinasi wisata dari potensi yang dimiliki oleh KSPN Tanjung Lesung sehingga bisa dikelola dengan optimal dan dikenalkan kepada masyarakat dengan karakteristiknya.
Selain itu, pelaku pariwisata di Banten juga harus memiliki semangat dalam menggerakan destinasi wisata yang ada di KSPN Tanjung Lesung sehingga kawasannya bisa terkoneksi dan dikenal secara menyeluruh, ungkapnya.
Eneng menghimbau kepada pelaku pariwisata untuk bisa mengetahui bagaimana cara mengelola destinasi yang baik dan menarik serta bisa aktif dan responsif dalam mendukung pertumbuhan destinasi wisata khususnya Tanjung Lesung dengan mengemas kegiatan pariwisata yang kreatif.
Kehadiran Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Banten pun bisa mendukung dalam mempromosikan kawasan Tanjung Lesung melalui digitalisasi sosial media.
Bisa saling berbagi foto dan caption destinasi kepada sahabat Genpi untuk bisa diviralkan di media sosial sehingga informasi terkait destinasi maupun kegiatan kepariwisataan dapat secara cepat di konsumsi publik, kami sangat senang betul Genpi juga sudah terbentuk di Banten, pungkas Eneng. (Dispar Banten)