INDUSTRY co.id - Jakarta - Harga emas melemah ke zona $1926,48 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas kembali melemah dibandingkan dengan perdagangan hari kemarin. Melemahnya harga emas dipicu oleh Dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan kenaikan yield surat utang AS.
"The Fed memberikan sinyal untuk menaikkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Mei mendatang. Pergerakan emas sangat sensitif dengan kenaikan tingkat suku bunga," kata Girta Yoga, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (25/4/2022).
Selain itu kenaikan yield surat utang pemerintah AS yang naik ke level 2,89% pada hari ini, menyamai level tertingginya pada Desember 2018. Meningkatnya yield dipicu oleh kenaikan tingkat suku bunga oleh The Fed.
Saat pergerakan Dolar AS menguat dan yield surat utang AS naik memberikan tekanan pada produk emas, karena emas sebagai aset safe-haven emas tidak menawarkan return yang baik dan membuat investor lebih memilih berinvestasi kepada produk keuangan yang menawarkan return yang baik.
Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal $1910,66 dan resistance terdekatnya berada di areal $1937,08. Support terjauhnya berada di areal $1898,33 hingga ke areal $1871,39, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal $1950,85 hingga ke areal $1975,63.