INDUSTRY.co.id , Jambi - Menjelang hari rauya Idul fitri tahun ini, Pelopor layanan pinjaman online mikro di Indonesia, UangTeman mencatat jumlah aplikasi pinjaman yang telah masuk meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 80%. Faktor yang mendukung kenaikan tersebut adalah ekspansi yang dilakukan dibeberapa daerah di Jawa maupun diluar jawa pada tahun ini.

Advertisement

Dengan peningkatan yang meningkat signifikan tersebut, tidak menutup keungkinan akan terjadinya kredit macet atau non performing loan (NPL). Apalagi setelah momen hari raya usai.

Menjawab persoalan tersebut, Head of Collection UangTeman Edo Firmansah menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi agar tidak terjadi kredit macet (non performing loan/NPL) setelah hari raya Idul Fitri tahun ini. Edo mengungkapkan, rasio NPL di UangTeman dapat tetap terjaga stabil di bawah tiga persen.

Advertisement

“Risiko-risiko terkait NPL sudah kami ketahui dan antisipasi. Selama ini, tingkat acceptance rate di UangTeman sekitar 25 - 30 persen, artinya jika dalam satu hari ada 1.000 aplikasi yang masuk misalnya maka hanya 250 - 300 aplikasi saja yang disetujui. Teknologi algoritma yang dimiliki UangTeman akan mengidentifikasi apakah si calon nasabah bisa atau tidak  iberikan pinjaman,” Kata Edo di Jambi, Kamis (15/6/2017).

Di sisi lain, Edo menyatakan, UangTeman juga memiliki tim penagihan (collection) yang tetap melakukan fungsinya secara berkeadilan terhadap nasabah yang melakukan keterlambatan pembayaran. Oleh karena itu, dia mengaku, tidak khawatir adanya kenaikan NPL meskipun jumlah pinjaman yang disalurkan oleh UangTeman terus meningkat.

Advertisement

“Apalagi, hingga akhir tahun ini, kami menargetkan total penyaluran pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Dan khusus bagian penagihan di UangTeman, semuanya merupakan karyawan internal sehingga kami memiliki cara tersendiri dalam menagih tanpa membuat nasabah yang menunggak resah, semua tetap memperhatikan perlindungan pada konsumen,” pungkas Edo.

Advertisement