INDUSTRY.co.id - Jakarta- Bank Indonesia meyakini realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2017 akan sedikit lebih baik dari realisasi triwulan I sebesar 5,01 persen karena perbaikan konsumsi rumah tangga saat Ramadhan, Lebaran, dan menggeliatnya investasi swasta.

Advertisement

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budy Waluyo dalam paparan Rapat Dewan Gubernur BI periode Juni diJakarta, Kamis (15/6/2017)  menjelaskan pada tiwulan II atau periode April-Juni 2017 investasi pemerintah sudah banyak yang terealisasi, yang akan turut memacu investasi swasta.

Berdasarkan kajian BI, lanjut Dody, investasi swasta juga tidak hanya tersentralisasi di investasi bangunan seperti infrastruktur, namun juga sektor non bangunan seperti komoditas, alat-alat perkebunan dan pertambangan.

Advertisement

"Kita liat 'slightly' (sedikit) di atas triwulan I 2017," kata dia.

Dody menambahkan berdasarkan survei Bank Sentral, keyakinan swasta terus meningkat untuk mulai meningkatkan produksinya.

Advertisement

"Konsumsi swasta meningkat dibanding kuartal satu meskipun perkiraaan kita peningkatannya tidak begitu besar karena masih ada indikator yang masih beragam, tetapi kepercayaan diri konsumen cukup meningkat dalam membelanjakan uangnya," ujarnya.

Selain itu tren konsumsi tinggi pada Ramadhan dan Lebaran, lanjut Dody, akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

Advertisement

"Konsumsi yang meningkat pada saat puasa dan ramadan akan turut membantu mendorong pertumbuhan," ujar dia.

Untuk komponen lain terhadap pertumbuhan seperti ekspor, Dody melihat ada kecenderungan perlambatan pertumbuhan, namun tida signifikan. Hal itu karena potensi menurunnya harga komoditas.

Sebelumnya, dalam kajian RDG pada Mei 2017 lalu, Gubernur BI Agus Martowardojo memerkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II akan berkisar di 5,11 persen, dan selanjutnya melebihi 5,2 persen untuk masing-masing triwulan III dan IV.(Ant)