INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengemukakan, pemerintah bersama-sama dengan DPR telah secara konsisten dan terus menerus berusaha untuk mendorong penumbuhkembangan dan pemberdayaan usaha industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia.
“DPR RI dalam hal ini Komisi VII yang merupakan mitra kerja Kemenperin akan selalu mendukung upaya-upaya memajukan IKM dan program-program yang pro-rakyat dengan semaksimal mungkin melalui penyediaan anggaran yang cukup sesuai fungsi budgeting yang dimiliki DPR. IKM kita harus semakin maju, semakin produktif, berdaya saing dan mandiri,” kata Maman pada “Kick Off Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) Tahun 2022” di Bandung, Selasa (29/3/2022).
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi menyampaikan, program DAPATI telah dilaksanakan oleh BSKJI sejak tahun 2013 dan telah memberikan dampak langsungpada peningkatan efektivitas dan produktivitas ke111 IKM yang telah menerima fasilitasi pendampingan dan konsultansi berupa optimalisasi teknologi. Kegiatan Kick Off DAPATI tahun 2022 mengambil tema “Growing Together, Growing Stronger”.
Sementara itu, Program DAPATI tahun 2022 akan melibatkan sebanyak 11 Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri serta 12 Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Aceh hingga Maluku.
“Selain pembukaan kegiatan DAPATI tahun 2022, kegiatan Kick Off DAPATI tahun 2022 ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada penyedia layanan jasa konsultansi teknologi industri terbaik, perusahaan industri (IKM) penerima jasa konsultansi teknologi industri dengan kinerja terbaik, dan pembuatan video dokumenter terbaik untuk pelaksanaan program DAPATI tahun 2021,” ungkapnya.
Di samping itu, dilaksanakan kegiatan workshop seleksi proposal DAPATI tahun 2022 pada tanggal 30 Maret – 1 April 2022. Jumlah proposal yang masuk pada tahun 2022 ini ada sebanyak 126 judul, yang nantinya akan diseleksi dan akan mendapatkan fasilitas program DAPATI tahun 2022.
Pada kesempatan yang sama dalam sesi talkshow bertema “Sinkronisasi Fasilitasi Pemerintah dalam rangka pemberdayaan IKM di Indonesia”, Kepala Pusat OPTIKJI Kemenperin Heru Kustanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang dari kontribusi sumber daya alam dan sumber daya manusia sementara faktor teknologi masih relatif kecil, sehingga perlu mendorong peningkatan kemampuan teknologi bagi pelaku industri agar tetap dapat berkompetisi dan berdaya saing baik di dalam negeri maupun global.
“Saat ini Kemenperin terus berupaya mendorong IKM agar semakin tangguh, berdaya saing dan mandiri. Tentu saja semuanya memerlukan dukungan dari para stakeholder dan pemerintah daerah dalam mengupayakan hal tersebut,” ujarnya.