INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) concern pada pembaruan keberlanjutan usaha. Untuk itu, perseroan menjalin kerja sama dengan Deloitte & Touche Financial Advisory Services Pte Ltd (DTFAS).

Advertisement

 

Kerja sama itu bertujuan untuk meninjau kinerja keberlanjutan para pemasok minyak sawit mentah (CPO), yaitu PT Sepalar Yasa Kartika (SYK) dan PT Sawit Mandiri Lestari (SML),  ke PT Citra Borneo Utama (CBU). Dalam kerja sama tersebut, perseroan juga melibatkan anak usaha lainnya, PT Citra Borneo Indah (CBII).

Advertisement

 

Dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (23/03/2022), CEO SSMS, Nasarudin bin Nasir, mengungkapkan SSMS, CBU dan CBI telah menyetujui kerja sama dengan DTFAS terkait pengembangan Sustainability Road Map (Peta Jalan Keberlanjutan).

Advertisement

 

“Kami telah membuat perjanjian dengan manajemen pemasok untuk meningkatkan standar operasional dan keberlanjutan sebagaimana yang dilakukan SSMS,” ujar Nasarudin.

Advertisement

 

Perusahaan mengambil kebijakan untuk menyelaraskan berbagai upaya keberlanjutan. Tidak hanya kepada grup perusahaan, tetapi juga terhadap entitas rantai pemasok kelapa sawit, seperti kepada PT SML dan PT SYK. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemasok tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip Keberlanjutan SSMS dan perusahaan hilirisasi afiliasinya PT CBU.

 

Sementara itu, CEO CBU, Ballakhrisnan Naidu, mengutarakan, CBU memiliki kebijakan ketat terhadap seluruh pemasok, guna merekam proses rantai pasokan sampai pada pengiriman ke konsumen (traceability process). Ini diterapkan untuk memitigasi risiko dan memastikan jaminan keamanan produk kepada seluruh konsumen perseroan. Hal ini sesuai kriteria investasi yang diharapkan mitra usaha CBU.

 

Tujuan DTFAS membantu perseroan meninjau Kinerja dan Isu Keberlanjutan PT SYK dan PT SML adalah untuk menyelaraskan dengan 'Prinsip Keberlanjutan' yang disusun melalui peta jalan Keberlanjutan SSMS yang telah disiapkan pada Agustus 2017. Ini bagian dari tujuan SSMS agar seluruh pemasok mematuhi kebijakan dan memenuhi kriteria Keberlanjutan Perusahaan.

 

DTFAS telah meninjau Peta Jalan Keberlanjutan SSMS, serta memberikan sedikitnya empat pendapat. Pertama, memperbaharui 'peta NDPE' yang relevan dengan pemasok utama. Kedua, melacak kemajuan dan penyelesaian terkait dengan permasalahan para pemangku kepentingan.

 

Ketiga, memberikan komunikasi eksternal terhadap pemangku kepentingan tentang kemajuan pekerjaan dengan para pemasok, dan keempat, mengintegrasikan kinerja pemasok dalam Sistem Manajemen Keterlacakan Rantai Pasokan SSMS.

 

Peta jalan keberlanjutan (sustainability roadmap) menyediakan setiap langkah proses implementasi dan jadwal untuk mengubah kegiatan keberlanjutan pemasok utama. Nasarudin juga mengatakan, SSMS berkomitmen memperbaharui sustainability roadmap tersebut secara berkala, dan selalu memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan tentang perkembangannya.

 

“Selain itu, SSMS telah berkomitmen untuk terlibat dengan pembeli global Tier-1 dan pedagang minyak sawit dan turunannya,” imbuh Nasarudin. (Abraham Sihombing)