INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso menyebut bahwa dengan porsinya yang sangat besar terhadap total usaha, penyerapan tenaga kerja dan sumbangsih terhadap PDB, UKM dan juga usaha mikro memiliki peran sangat besar dalam pemerataan kesejahteraan di Indonesia.
Di sisi lain, pelaku UKM dan juga segmen mikro sangat terpukul krisis akibat pandemi. Sunarso mengatakan bahwa pada krisis ekonomi sebelumnya, sektor korporasi yang sangat terdampak.
"Namun kali ini sektor tersebut menjadi korban utama karena adanya pembatasan aktivitas ekonomi secara langsung," kata Sunarso dalam seminar Empowering SMEs to Recover Stronger yang diselenggarakan Briefer berkolaborasi dengan Rumah Perubahan dan Floating Market Lembang Group, Jumat (11/3/2022).
Oleh karena itu, kata Sunarso, sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga pemulihan sektor UKM dan juga segmen mikro. Sebagai upaya menjaga perekonomian nasional.
“Maka kemudian yang paling penting adalah kita merestrukturisasi, menyelamatkan UMKM. Selama periode pandemi itu akumulasi BRI sudah merestrukturisasi kredit terutama untuk UMKM itu lebih dari Rp245 triliun. Kemudian posisi terakhir akhir 2021 tersisa yang masih statusnya restrukturisasi adalah tinggal Rp156 triliun,” ujarnya.
Secara agregat, lanjut dia, yang berhasil direstrukturisasi mendominasi karena yang tidak bisa diselamatkan hanya sekitar 5%. Untuk itu, Sunarso pun menjelaskan tantangan untuk menumbuhkan UKM dan mikro pada tahun kebangkitan ekonomi 2022. Tantangannya adalah operational cost dan operational risk yang tinggi.
Solusinya, lanjut dia, adalah digitalisasi. Digitalisasi yang mumpuni akan menurunkan operational cost dan operational risk terutama yang berasal dari human error.
“Transformasi digital inilah yang kemudian kita fokuskan kepada dua area saja. Mendigitalkan bisnis proses untuk mendapatkan efisiensi dan kemudian kita mendigitalkan bisnis model untuk mencari bisnis model baru dalam rangka meng-create value baru,” ungkapnya.