Bedah Creative Tourism-Solusi Pariwisata Tahun Ini, dalam MarkPlus Strategic Discussion 2022

Oleh : Hariyanto | Jumat, 11 Maret 2022 - 14:29 WIB

Pariwisata di SUMBAR
Pariwisata di SUMBAR

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hari kedua MarkPlus Strategic Discussion 2022 kembali digelar oleh MarkPlus Tourism, menghadirkan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang memaparkan berbagai wawasan menarik soal creative tourism, co-creation, desa wisata, hingga sustainability. Dengan 5 momentum yaitu Building Creative Communities, Authentic Experiences - Living with Locals, Value Creation by Story Telling, dan Co-Creation in Creative Tourism.

Pada momentum pertama yaitu Building Creative Communities, hadir Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE., MM. selaku Deputi Bidang Sumber Daya & Kelembagaan Kemenparekraf. Untuk membangun komunitas pada destinasi Kemenparekraf berupaya melakukan bimbingan teknis yang bekerjasama dengan pengelola wisata dan wirausaha. Kolaborasi antara industri, pariwisata, dan komunitas terus dicanangkan.

Dalam melakukan pariwisata yang kreatif, dibutuhkan peran serta kolaborasi yang untuk meningkatkan aspek kreativitas, harapannya memiliki output untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi SDM.

“Indonesia memiliki 2525 desa wisata dan kita sedang mengembangkan 13 desa kreatif di indonesia. Masing masing desa memiliki keunikan masing masing dan kita berharap wisatawan yang datang bisa memberikan empowerment ke desa tersebut.” kata Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf, Josua Puji Mulia Simanjuntak, MA (RCA), MA (Mkt) 

Dalam melaksanakan pariwisata yang berkesan dan dekat dengan masyarakat lokal, terdapat authentic experience yang dirasakan oleh para turis. Keunikan dari desa wisata menjadi ciri khas yang perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan dengan tetap menjaga.aspek infrastruktur, aksesibilitas, maupun teknologi.

Perwakilan desa wisata Indonesia turut hadir pada Strategic Discussion hari ini, salah satunya I Nengah Moneng selaku Kepala Pengelola Wisata Desa Adat Penglipuran. Beradaptasi di era pandemi, Ia mengadakan Penglipuran Festival secara hybrid atau online dan offline. Sejalan dengan misi creative tourism yaitu melibatkan turis dalam aktivitas masyarakat lokal, Penglipuran menawarkan berbagai kegiatan seperti membuat golok, membuat sate lilit, membuat makanan khas daerah, belajar musik tradisional, menganyam, hingga menari.

“Konsep kami adalah konsep desa konservasi, tujuan kami yaitu melestarikan adat yang kami miliki, wisata adalah bonusnya”, ujar Nengah Moneng. 

Kegiatan ini menjadi bentuk pengembangan kreativitas wilayah dengan memanfaatkan aset lokal, wisatawan dapat merasakan pengalaman baru melalui kegiatan langsung berbasis komunitas dan mempelajari karakter unik masyarakat lokal dan merasakan seperti adat istiadat di tempat.

Hal ini sejalan dengan aktivitas yang ditawarkan wilayah Tinalah, Galuh Alif Fahmi Rizki mengutamakan atraksi sebagai daya tarik wilayahnya dengan authentic experience. Berkebun, memasak, memanen padi, serta menganyam bersama warga jadi opsi aktivitas yang bisa dipilih para pengunjung.

Adopsi digitalisasi jadi tantangan bagi Galuh, melihat pesatnya sosial media, menumbuhkan.awareness kepada masyarakat lokal dan wisatawan jadi concern sehingga bekerjasama dengan tour operator disebutnya bisa menjadi solusi.

Pihaknya juga membuka ruang bagi organisasi atau universitas untuk bekerjasama. Seperti I Nengah Moneng yang saat ini bekerjasama dengan Udayana.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf,  Ir. Rizki Handayani Mustafa, MBTM mendukung hal ini “Pada dasarnya creative tourism memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk merasakan pengalaman dengan tetap berprinsip pada ecotourism. Wisata saat ini harus memiliki unsur education, experience dan entertainment. Acara jangan sampai hanya jadi ceremony, harus melibatkan turis, edukasi kebudayaan, dan ada unsur empowerment” katanya.

Story telling memainkan peranan penting bagi suatu destinasi agar potensi daerah mampu dikenal masyarakat. Tak semata-mata mempublikasikan keindahan alam, Penggiat InterTalk dan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, NTT Chrispinianus Mesima membeberkan wawasannya soal story telling.

“94 desa di Bajo memiliki ragam cerita yang bisa diceritakan, pendekatan melalui program Welcome Sunrise, Live in, Homestay, agrowisata kopi, dan tari kebudayaan bisa menimbulkan conversation di kalangan wisatawan. Seni mengkomunikasikan ide harus dengan hubungan emosional dan intelektual, bagaimana mampu merubah sikap audiens ketika mendengar cerita Desa Bajo” ujarnya.

Beragam sarana seperti personal interpretasi yang mengacu pada pemandu, personal mengacu pada dongeng, virtual tour, dan sign dari tanda-tanda di destinasi yang bermakna terus dicananangkan.

Keunikan Bajo tak lepas dari nilai-nilai yang lekat dengan masyarakatnya, seperti permainan caci atau perisai yang seluruh bagiannya memiliki makna, atau gula aren yang selalu ditata ganjil, jika diambil satu akan runtuh semua. Ini jadi dongeng yang disebarluaskan.

Pada sesi terakhir, hadir CEO PATA Liz Ortiguera. Manfaat creative tourism di-highilght pada sesi ini, Liz memaparkan sejumlah manfaat diantaranya:

1. Keberlanjutan: Kreativitas dalam pariwisata jadi pendorong utama keberlanjutan karena meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan mendatangkan pendapatan.
2. Resiliensi: tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan dari waktu ke waktu
3. Komunitas: Pariwisata kreatif jadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal.
4. Pengunjung: Wisatawan terlibat dalam pengalaman baru melalui kegiatan berbasis komunitas dan mempelajari karakter unik masyarakat lokal. Untuk alasan ini, ada
peningkatan permintaan untuk pengalaman pariwisata kreatif.

Untuk memahami secara komprehensif pembangunan creative tourism di Indonesia, MarkPlus Tourism menghadirkan Ferdinandus Watu, Kepala Desa Detusoko Barat yang menceritakan bagaimana tantangan menggarap desa wisata. Sejumlah tantangan dihadapinya termasuk minim kemitraan, sulitnya akses modal, sulitnya akuisisi kaum muda untuk mengembangkan wilayah “Lulusan sarjana lebih tertarik kerja di kantoran, kaula muda banyak keluar kampung”, regulasi yang belum sinkron dengan pusat desa, lembaga ekonomi desa yang mati suri, hingga adanya multi organisasi di level desa yang tidak terkoordinir.

Tak sedikit tantangan yang dilalui Ferdinandus, meski begitu, optimisme nya membangun desa wisata melalui creative tourism tetap digaungkan “Membangun Indonesia harus mulai dari desa, masa depan yang kita inginkan adalah aksi dan perspektif orang lokal”. 

Misi Ferdinandus adalah membangun infrastruktur ekonomi masyarakat dan menciptakan aneka produk dan jasa unggulan dari desa dengan berpijak pada pertanian dan pariwisata melalui “BUMDES” sebagai penggerak ekonomi warga.

“Kami berharap Strategic Discussion ini bisa menjadi akselerasi pemulihan, meski ekspektasi pulih di tahun 2025, mengapa tidak berupaya untuk percepatan. Indonesia sebagai negara besar akan sangat diuntungkan dengan basis wisatawan lokal, namun mempertahankan agar ekonomi di setiap destinasi bisa hidup dan muncul, bagaimana agar wisatawan mau membeli dan membuat pengalaman, maka mau tidak mau pelaku wisata harus mampu berkreasi.”, tutup Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc. pada acara Strategic Discussion 2022: Creative Tourism: Into sustainable destination yang dilaksanakan secara virtual (10/3/22).

Dari Strategic Discussion ke-dua ini diharapkan kolaborasi antar stakeholder baik dari sisi turis, destinasi, dan pemerintah terus terjalin untuk membangun esensi creative tourism sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi bangsa. Karena pada masa kini, pariwisata bukanlah hanya sebatas sightseeing, namun juga mencari value dari kunjungan ke destinasi pariwisata tersebut, sekaligus membangun ekonomi wilayah dan UKM setempat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kementerian Perindustrian Tahun 2021

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:55 WIB

Luar Biasa! Kemenperin Sukses Raih Opini WTP 14 Kali Berturut, Ini Respon Menperin Agus

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-14 kalinya pada Laporan Keuangan tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini…

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah dan Direktur Lelang (DJKN) Joko Prihanto

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:34 WIB

Pegadaian dan DJKN Tingkatkan Kerjasama Akurasi Data Bea Lelang

PT Pegadaian bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melakukan Penandatangan Perpanjangan Perjanjian Kerjasama Penatausahaan dan Pelaporan Bea Lelang Pegadaian.

Peresmian Pasar Banyumas

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:28 WIB

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Jawa Tengah, Pasar Banyumas Diresmikan

Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti meresmikan Pasar Banyumas di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah yang telah selesai…

Presiden Jokowi Tinjau Proyek Peningkatan Struktur Jalan di Pulau Nias

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:23 WIB

Tinjau Konektivitas Jalan di Pulau Nias, Presiden Jokowi: InsyaAllah Tahun Depan Sudah Rampung Semuanya

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi…

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Rabu, 06 Juli 2022 - 15:55 WIB

Diduga Gelapkan Dana Umat, DPR Minta Polri Usut Tuntas ACT

Jakarta-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi tentang kasus dugaan penyelewengan dana donasi yang dilakukan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT).