Melalui Strategic Discussion 2022, MarkPlus Tourism Ungkap Berbagai Upaya Pelaku Industri Wisata Bangkitkan Sustainable Destination

Oleh : Hariyanto | Kamis, 10 Maret 2022 - 16:57 WIB

Ilustrasi Wisatawan Asing di Bali (Dok: Kemeparekraf)
Ilustrasi Wisatawan Asing di Bali (Dok: Kemeparekraf)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - MarkPlus Tourism menggelar Strategic Discussion 2022 dengan tema Creative Tourism: Into Sustainable Destination. Diskusi strategis ini diadakan secara virtual dengan partisipasi praktisi mulai dari Kemenparekraf, Pemerintah Daerah, hingga para pelaku industri pariwisata kreatif.

Dengan tema tahun ini yaitu Creative Tourism, Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc melihat adanya urgensi untuk membangun pariwisata di Indonesia yang tak hanya melibatkan aktivitas satu arah, namun juga dua arah dari segi turis yang datang. Ia menilai aktivasi dari kehadiran turis pada destinasi wisata tak hanya jadi daya tarik, sekaligus menimbulkan self expression mulai dari learning, hingga engage dengan komunitas lokal melalui berbagai aktivitas.

Hal ini direspon baik oleh Wakil Gubernur Bali, yang kerap disapa Cok Ace "Bisa saja nanti ada kegiatan memetik anggur yang kemudian diolah menjadi wine, kira-kira bagaimana cara memanen dan mengangkut-nya bisa melibatkan para turis yang hadir", kata Cok Ace.

Hal ini jadi gagasan creative tourism yang dapat diterapkan dan dianggap menarik, selain aktivitas-aktivitas turis lainnya yang kerap ditemui di destinasi wisata lainnya di Indonesia seperti mengumpulkan kerang, melepas kura-kura kecil ke lautan, hingga diolah menjadi atraksi.

Lain halnya dengan Jakarta Experience Board yang menjadi benchmark bagi kebangkitan creative tourism di Ibukota dengan adanya program-program seperti Jxlive, Jxtaste, Jxplore, Jxtore, Jxspace, Jxstay, dan Hospitality in Crisis. Program ini termasuk dalam strategi JXB yang kembali bangkit di tahun 2019 setelah 4 tahun berturut-turut merugi dengan strategi melibatkan wisatawan yang hadir melalui berbagai aktivitas yang dapat dinikmati di Ibukota.

MarkPlus Tourism juga menghadirkan Maulidan Isbar selaku perwakilan PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) yang menyampaikan bagaimana Desa Wisata Jatisura mem-branding desa dengan makna unik, filosofis, melibatkan aktivitas masyarakat kepada turis, dan masih banyak lagi. Meski tidak dikelilingi gunung, pantai, atau tempat bersantai lainnya, namun masyarakat Jatisura mengajarkan wisatawan mengenai nilai-nilai dalam masyarakatnya, seperti budaya dan aktivitas harian.

Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif mengungkap bahwa dampak pandemi terhadap PDB Ekraf, yang mengalami peningkatan hanya aplikasi game developer, televisi, dan radio. Sementara 14 subsektor ekonomi kreatif lainnya tidak mengalami peningkatan.

Bagaimanapun, angka ekspor ekonomi kreatif secara signifikan meroket pada tahun 2021 yang mencapai USD 24,15 Milyar atau tumbuh 27,31% dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya mencapai USD 18,97 Miliar. Peningkatan ini sepatutnya dipertahankan dengan tetap mengindahkan faktor sustainability.

“Sustainability menjadi dasar pariwisata masa kini dan masa depan yang terus akan kita kembangkan. Quality, sustainability, dan juga ekonomi kreatif menjadi kunci pengembangan masyarakat.”, buka Sandiaga Uno pada diskusi virtual, Rabu (9/3/2022).

Realisasi sustainable destination ini kemudian dipertegas oleh Wawan Rusiawan selaku Direktur Kebijakan Strategis Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf. Salah satu arah baru dalam pengembangan pariwisata kreatif saat ini adalah sustainability yang quality oriented.

Makna sustainable tourism tak terlepas dari tiga aspek, diantaranya People (Social Performance), Planet (Environmental Performance) dan Profit (Economic Performance). Tugas para pelaku industri untuk bisa mempromosikan destinasi wisata yang tak hanya menarik, tapi juga kreatif, dan sustainable.

Hal inilah yang kemudian dipertegas oleh Hermawan Kartajaya, selaku Founder & Executive Chairman MarkPlus, Inc. Guru marketing yang kerap disapa HK ini menilai pelaku tourism harus menyadari pentingnya entrepreneurship dan digitalisasi untuk memasarkan destinasi wisata.

Dengan konsep 3A’s Frame of Tourism Product yang terdiri dari Accessibility, Attraction, dan Amenities, Hermawan percaya pariwisata Indonesia mampu terus berkembang, Attractions adalah segala ciri khas pada tujuan wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Amenities adalah layanan dan fasilitas yang diperlukan untuk membuat wisatawan merasa nyaman saat berwisata, dan Access yaitu kemudahan yang didapatkan wisatawan termasuk mobilitas, layanan, informasi serta dimensi lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan.

Jimmy B. Panjaitan selaku Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba kemudian mengungkap beragam strategi pemasaran yang dilakukannya untuk mempromosikan Danau Toba. Di era digital, KOL (Key Opinion Leader) memainkan peranan signifikan bagi peningkatan angka wisatawan di Danau Toba. Mulai dari tokoh terkenal hingga influencer didatangkannya untuk meningkatkan awareness publik. “Sejak Jokowi hadir, kami buat Jokowi Point. Di titik itulah pengunjung mulai banyak yang tertarik untuk datang, selanjutnya kami sering undang Influencer”, jelas Jimmy.

Jimmy juga menyadari pentingnya diferensiasi destinasi. Baginya, kreativitas konten dan kontekstual jadi modal utama untuk membentuk komunitas digital. Melalui berbagai media promosi, tiap destinasi harus memiliki karakteristik yang unik dan menarik. Oleh karenanya peranan kaum muda termasuk Gen Z sangat diperlukan. “Anak muda saya rasa kurang panggung, padahal kreativitas dan jiwa kompetitifnya sangat diperlukan” katanya.

Lebih lanjut, Taufik, selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc menilai untuk menarik wisatawan atraksi yang ditawarkan destinasi bisa lebih dari pemandangan, “Diantaranya termasuk aktivitas yang memungkinkan wisatawan untuk belajar, ini yang nantinya akan mengembangkan masyarakat lokal. Seperti di Desa Jatiwangi, menarik karena masyarakat lokalnya kreatif”

Lebih lanjut Ia menutup diskusi strategis hari ini dengan mengatakan “Peran lain yang juga penting yaitu dari teknologi untuk creative tourism, seperti pembuatan film. Ini yang membuat atraksi menjadi semakin kuat. Selain itu, akses juga penting. meski atraksi bagus tapi aksesnya sangat terbatas akan sulit juga mendatangkan banyak orang. “, tambahnya.

Walaupun dengan infrastruktur dan anggaran yang terbatas, pariwisata kreatif hadir untuk dapat mengemas potensi wisata menjadi autentik. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan wisatawan untuk merasakan secara langsung kehidupan komunitas lokal melalui interpretasi yang menarik, bahkan wisatawan diberikan kesempatan untuk turut serta merancang aktivitas berwisatanya.

Melalui acara ini pula dapat disimpulkan bahwa potensi yang dimiliki oleh banyaknya destinasi wisata di Indonesia harus dapat diidentifikasi, apa yang membuat satu destinasi berbeda dengan destinasi lainnya. Apa yang membuat kulinernya berbeda, apa yang membuat aktivitas dan experience-nya berbeda.

Semakin suatu wilayah bisa mengidentifikasi keunikan yang dimiliki maka semakin mudah menarik wisatawan untuk datang berkunjung, diseimbangkan dengan pemanfaatan teknologi dan nilai sustainability.

Strategic Discussion 2022 akan dilaksanakan kembali pada 10 Maret 2022, esok hari dengan empat momentum mengenai creative tourism. Dengan pembicara yang ahli dibidangnya, MarkPlus Tourism akan menghadirkan beragam topik menarik secara virtual. Daftarkan diri Anda untuk berpartisipasi pada Strategic Discussion 2022 di https://bit.ly/PendaftaranSD2022.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Para anggota Direksi PT Summarecon Agung Tbk yang mengikuti acara paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (07/07/2022) di Jakarta. (Foto: Humas Summarecon Agung)

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:26 WIB

Kontribusi Usaha Summarecon Dukung Perekonomian Indonesia di Masa Pandemi

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menghadapi kondisi yang penuh tantangan untuk melalui masa pandemi Covid-19 dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun. Pasalnya, beragam pembatasan mobilitas yang…

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:22 WIB

Kementerian PUPR Benahi 8 Venue ASEAN Para Games 2022 di Kota Surakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membenahi sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Delapan…

Direktur Retail Banking BSI Ngatari (kiri) dan Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) saat meresmikan Program Hujan Emas BSI 2022 di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta.

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:18 WIB

Dorong Investasi Emas di Masyarakat, BSI Lakukan Program Hujan Emas

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mendorong minat masyarakat dalam berinvestasi khususnya melalui instrumen logam mulia atau emas lewat Program Hujan Emas.

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:17 WIB

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Menurut laporan We Are Social, penggunaan internet di Indonesia untuk bersosial media menghabiskan 197 menit atau sekitar 3,2 jam per harinya. Seperti yang sudah kita tahu, media sosial digunakan…

Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:11 WIB

Fasilitasi Bisnis Industri Petrokimia, Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Pembiayaan yang diberikan oleh Bank OCBC NISP adalah bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya.