INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita baru-baru ini membagikan sebuah kabar gembira dimana Pemerintah Indonesia akhirnya resmi melepas ekspor mobil perdana ke Australia.
Seremonial pelepasan ekspor bersejarah ke Australia itu dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Karawang, Jawa Barat.
"Pagi tadi, Selasa 15 Februari 2022 saya bersama Menteri Investasi Pak Bahlil, mendampingi Presiden untuk acara Pelepasan Ekspor Mobil ke 2 Juta dari Toyota Indonesia dan Ekspor Mobil perdana ke Australia," ujar Menperin melalui akun Instagram @agusgumiwangk yang dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu (16/2/2022).
Asal tau saja, dengan capaian ini, Indonesia tercatat telah berhasil menembus pasar ekspor mobil ke-empat benua yaitu Amerika, Afrika, Asia, dan Australia.
Dan khusus untuk nama benua terakhir, upaya Indonesia menembus pasar negeri kangguru tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah.
Pasalnya, menurut Menperin pasar Australia memiliki spesifikasi yang ketat, antara lain terkait dengan spesifikasi bahan bakar, spesifikasi emisi, dan spesifikasi keamanan.
"Tapi dengan adanya ekspor ke-4 benua ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia memiliki daya saing tinggi, sehingga produknya diminati di berbagai pasar mancanegara," ujar Menperin.
Tak hanya itu, hal yang juga membanggakan ialah tingkat komponen produk dalam negeri mobil yang diekspor perdana ke Australia tersebut ternyata berada diatas 75 persen atau dengan kata lain kendaraan yang diekspor tersebut merupakan mobil asli buatan Indonesia.
"Dan kita patut bangga Mobil-mobil yang diekspor Toyota dan dilepas ekspornya oleh Bapak Presiden pada hari ini memiliki TKDN (local purchase) di atas 75% sehingga dapat dikatakan bahwa mobil-mobil tersebut adalah mobil buatan Indonesia, karena memiliki local purchase yang tinggi," tandas Menperin.

"Capaian ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden, kepada kami, untuk memacu peningkatan investasi, nilai tambah, dan perluasan ekspor termasuk di dalamnya pembukaan pasar-pasar ekspor," sambungnya.
Terakhir dalam unggahannya, Agus menyampaikan bahwa industri otomotif nasional memang menjadi salah satu motor perekonomian dalam negeri, karena melibatkan ratusan perusahaan, termasuk IKM, menyerap jutaan tenaga kerja dengan nilai ekonomi yang mencapai puluhan triliun.
"Karena itu kami akan terus memastikan bahwa program-program yang telah berjalan dalam mengembangkan industri otomotif dapat diakselerasi sehingga berdaya saing yang makin kuat," pungkasnya.