INDUSTRY.co.id, Malang - Kota Batu, merupakan salah satu destinasi andalan Jawa Timur, terlebih saat Ramadan. Alun-alun Kota Wisata Batu (KWB) menjadi tempat favorit saat ngabuburit saat Ramadan ini.

Buktinya, hingga Kamis (8/6/2017) ratusan pengunjung padati tempat populer tersebut, dan tidak hanya bulan Ramadan, di hari-hari biasa pun banyak juga pengunjungnya.

Lokasi Alun-Alun itu strategis, ditambah suasana kota yang sejuk yang menjadikan kawasan alun-alun menjadi titik kumpul para wisatawan. Bagi para wisatawan yang ingin berbuka, mereka bisa langsung menuju pusat kuliner yang berjejer sepanjang Jalan Sudiro, Jalan Munif, atau Jalan Kartini.

Lalu, mereka bisa menjalani shalat Maghrib lebuh dulu di Masjid Agung An-Nur di Jalan Gajah Mada, yang letaknya berseberangan dengan alun-alun.

Menurut Aprilia Dzahabi, warga Singosari, Kabupaten Malang, Ia merupakan salah satu pengunjung yang sengaja datang ke Alun- Alun Batu untuk ngabuburit bersama temannya.

"Di sini udaranya sejuk, cocok untuk nunggu buka puasa, wahana paling seru pas naik bianglala," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ali Quraisi, wisatawan asal Kalimantan. Dia menyatakan, suasana sejuk di alun-alun membuatnya betah dan tubuhnya jadi lebih fresh meski sedang berpuasa. ”Meski mutermuter, rasa lelahnya tidak terasa karena hawanya yang sejuk,” ucapnya.

Sementara itu, petugas bianglala Alun-Alun Kota Batu menyatakan, jumlah pengunjung diperkirakan akan meningkat setelah 10 hari puasa. Bahkan, kenaikan itu bisa mencapai dua kali lipat.

”Awal puasa rata-rata 50-an orang per hari. Tapi setelah puasa sepuluh nanti bisa dua kali lipat. Ini pengalaman tahun lalu,” ungkap Dia.

Hanya saja, masih kata dia, setelah salat tarawih pengunjung juga mulai berdatangan ke alun-alun. Sebagian besar pengunjung ini dari warga Batu.

“Kalau wisatawan sedikit. Biasanya orang pulang dari masjid (salat tarawih),” ungkapnya.

Wahana di alun-alun tidak beroperasi sementara saat semuanya salat tarawih, tetapi baru dibuka lagi setelah salat tarawih. Sehingga, semua wahana disterilkan dari pengunjung.

“Kami ingin menghormati warga yang beribadah di bulan puasa,” pungkasnya. (Kemenpar)