Digitalisasi Warung Dukung Peningkatan Transaksi E-Payment di Indonesia

Oleh : Herry Barus | Selasa, 18 Januari 2022 - 11:00 WIB

SOCASH, sebuah start-up Fintech
SOCASH, sebuah start-up Fintech

INDUSTRY.co.id -Jakarta-Kebutuhan solusi e-payment meningkat seiring meningkatnya digitalisasi di masa pandemi. Dengan semakin banyak konsumen memilih cashless dan cara yang mudah untuk pembayaran, peritel membutuhkan solusi proses pembayaran yang mudah diakses dan digunakan untuk dapat mengikuti perkembangan era digital saat ini. Khususnya untuk para pedangang skala kecil, seperti warung kelontong dan/atau kios makanan.

Menjawab kebutuhan pasar ini, SOCASH, sebuah start-up Fintech berbasis di Singapura, menghadirkan platform B2B ‘Network-as-a-Service’ yang menjadikan toko sebagai jaringan berkembang dan efisien untuk solusi pembayaran dan produk perbankan.

Aneela Mirza, Country Head Indonesia SOCASH memaparkan bagaimana platform SOCASH dapat membantu para pedagang kecil dan bagaimana prospek bisnis SOCASH di Indonesia.

1.            Seperti apa prospek pembayaran digital di Indonesia?

Ada perubahan perilaku konsumen yang signifikan mengarah pada penerapan pembayaran digital di Indonesia, khususnya selama pandemi, yang meningkatkan pertumbuhan transaksi e-money secara signifikan.

Salah satu faktor utamanya adalah peluncuran QRIS oleh Bank Indonesia (BI). Hal ini memungkinkan banyak UMKM mengadopsi infrastuktur pembayaran digital. Faktor ini akan berlanjut sebagai katalis untuk membawa layanan pembayaran dan perbankan ke masyarakat secara lebih luas lagi, baik itu yang sudah bankable maupun yang belum. Dengan begitu, distribusi layanan perbankan dasar menjadi kunci penyampaian.

Kami melihat konvergensi perbankan dan ritel dapat memimpin untuk distribusi yang lebih baik serta menciptakan efisiensi biaya. Sebagai contoh, penggunaan toko ritel dari partner SOCASH untuk pembayaran QRIS, pembayaran kembali pinjaman atau sesederhana melakukan penarikan tunai menggunakan teknologi yang sepenuhnya tanpa kontak, mengubah peritel menjadi saluran layanan finansial. 

2.            Mengapa SOCASH fokus pada pedangan skala kecil seperti toko kelontong? Apa manfaat platform SOCASH bagi bisnis mereka?

Pengenalan QRIS telah membuka jalan untuk adopsi teknologi pembayaran yang lebih mudah oleh para pedagang (merchant) skala kecil. Lebih lanjut, BI telah menetapkan batas atas untuk merchant discount rate (MDR) yang mengurangi biaya adopsi teknologi ini oleh pedagang skala kecil dan memungkinkan terjadinya interoperabilitas.

Dengan adanya pembatasan jarak dan meningkatnya kebiasaan transaksi tanpa kontak (contactless) selama pandemi, pedagang skala kecil dapat dijadikan sebagai partner lembaga keuangan dan bank untuk menghadirkan layanan keuangan dasar bagi konsumen.

Pedagang skala kecil terkoneksi dengan baik komunitas yang mereka layani, dan SOCASH merupakan platform yang dapat meningkatkan peluang pemasukan. Seiring kami mengembangkan jarian ke daerah-daerah semi-urban dan pedesaan, kami akan berkontribusi dalam inklusi keuangan nasional dengan menyediakan solusi bagi warung/toko untuk melayani komunitasnya lebih baik lagi melalui adopsi teknologi low-cost serta arus pendapatan baru. 

3.            Bagaimana perkembangan bisnis SOCASH di Indonesia sejak awal kehadirannya di pasaran hingga saat ini? Berapa banyak merchant yang telah menggunakan platform SOCASH di Indonesia?

Indonesia merupakan pasar yang penting bagi SOCASH dan kami melihat peluang signifikan untuk mengarahkan konvergensi perbankan dan ritel. Kami akan terus mengembangkan jaringan dan melihat pertumbuhan besar dalam hal transaksi melalui platform kami.

Jaringan merchant kami terdiversifikasi dengan baik untuk menjangkau beragam populasi dan kebutuhan keuangan mereka. Kami memiliki 25.000 toko di jaringan kami – yang terpisah dari toko kelontong, termasuk toko telekomunikasi, supermarket, toko makanan dan minuman, serta warung-warung di perumahan.

4.            Apa rencana SOCASH untuk pasar Indonesia tahun ini? Apakah aka nada fitur baru yang akan diluncurkan tahun 2022?

Kami ingin mengikuti arus adopsi digital dan menggunakan hal tersebut untuk menumbuhkan jaringan kami dan memberikan solusi di tiga area, yaitu pembayaran, serta saluran alternatif untuk layanan dan distribusi perbankan digital.

Integrasi antarmuka pemrograman aplikasi (API) tunggal kami yang mudah menciptakan peluang untuk meluncurkan teknologi lebih cepat seiring kami terus mengembangkan kerja sama perbankan, institusi keuangan dan aggregator pedangan kami.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KASAL Laksamana TNI Yudo Margono

Jumat, 27 Mei 2022 - 04:00 WIB

PUSKOPAL Korps Marinir Raih Predikat Terbaik Tertib Administrasi

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan penghargaan berupa piagam Prestasi Predikat Terbaik Ke 2 tertib administrasi kepada Pusat Koperasi Angkatan Laut (Puskopal)…

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Hadiri Pernikahan Ketua MK dengan Idayati

Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo turut bahagia atas kelancaran prosesi pernikahan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dengan adik kandung Presiden…

Presiden Jokowi

Kamis, 26 Mei 2022 - 17:19 WIB

Pandemi Melandai, Presiden Jokowi Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit

Presiden Joko Widodo berharap melandainya pandemi menjadi momentum aktivitas seni dan budaya untuk bangkit kembali setelah terhenti selama dua tahun. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah…

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Anindya Bakrie saat berfoto bersama Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:30 WIB

Bertemu Menteri Investasi Inggris, Bahlil Pastikan Kerja Sama RI-Inggris Bakal Diteken pada KTT G20 di Bali

Di sela kunjungan kerjanya ke Davos, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Inggris Lord Grimstone kemarin siang (25/5)…

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming

Kamis, 26 Mei 2022 - 15:00 WIB

Ini Kontribusi 50 Tahun HIPMI untuk Indonesia Menuju Era Keemasan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sedang menuju era keemasan yang tahun ini akan menginjak usia 50 tahun. Anggota HIPMI di seluruh Indonesia akan tetap berjuang untuk membangun ekonomi…