INDUSTRY.co.id - Kolaka – Setelah melalui proses pembangunan dengan berbagai tantangan terutama pandemi Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berhasilm merampungkan proyek pembangunan Bendungan Ladongi yang terletak di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Berkolaborasi dengan PT Bumi Karsa (Bumi Karya), Bendunganmpertama di Sulawesi Tenggara ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo , Selasa (28/12/2021).

Advertisement

Turut hadir mendampingi Jokowi dalam peresmian ini, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, GubernurmSulawesi Tenggara Ali Mazi, Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra. Proyek Pembangunan Bendungan Ladongi yang dikerjakanmdalam dua paket yakni paket I pada tahun 2016-2020 dan paket II mulai tahun 2019-2021, kininsiap untuk menyuplai air irigasi seluas 3.604 Hektar lahan pertanian di 4 kabupaten wilayahsekitar Kolaka Timur.

Sebelum meresmikan Bendungan Ladongi, Presiden beserta rombongan terlebih dahulu mendayung perahu naga diiringi dengan para altet dayung nasional yang juga menumpangi perahu naga serta perahu lainnya seperti perahu rowing, kayak dan kano, menyisir area bendungan sekitar 15 menit. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa selain untuk irigasi, kehadiran bendungan ini membawa banyak manfaat.

Advertisement

 "Bendungan Ladongi memiliki kapasitas daya tampung sebesar 45,9 juta meter kubik air. Adapun harapannya, fungsi dari Bendungan Ladongi bukan hanya untuk kebutuhan pengairan sawah saja, tetapi juga bendungan ini akan dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dayung dan menjadi objek wisata baru utamanya wisata air," kata Presiden Joko Widodo.

Sehari sebelum diresmikan yakni pada Senin (27/12), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau langsung proyek Bendungan Ladongi yang telah siap digunakan sekaligus menandatangani tujuh tujuh prasasti selesainya pembangunan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara, termasuk salah satunya yakni Bendungan Ladongi.

Advertisement

Menteri Basuki mengatakanbahwa Penandatanganan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik atasinfrastruktur yang sudah selesai dibangun. “Ketujuh infrastruktur tersebut dibangun sebagaisarana dasar untuk meningkatkan kualitas permukiman, ketahanan pangan, pengendalianbanjir, dan peningkatan konektivitas wilayah. Terima kasih kepada semua pihak yang telahberkontribusi dalam menyelesaikan pembangunan proyek-proyek strategis di Sultra ini,” ujar Menteri Basuki.

Sementara itu Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyampaikan bahwa Bendungan Ladongi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan dengan masa

Advertisement

pelaksanaan selama 5 (lima) tahun secara multi years dan didanai oleh APBN.

“Kami telah memulai pembangunan Bendungan Ladongi ini sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 lalu untuk pembangunan tahap I. Meski dalam pembangunan lanjutan yang dimulai pada tahun 2019 sampai dengan 2021 ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19, namun atas komitmen dan tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan proyek, pembangunan Bendungan Ladongi ini dapat rampung sesuai target,’’ ujar Budi Harto. Lebih lanjut ia mengatakan bahwaproyek ini menelan dana hingga Rp 1,14 Triliun. Berkat kinerja baik perusahaan, setelah pembangunan Bendungan Ladongi ini, Hutama Karya kembali dipercaya untuk melanjutkan pembangunan bendungan yang terletak di Konawe, Sulawesi Tenggara yakni Bendungan Ameroro dimana baru dimulai konstruksinya pada 2021 ini.