PT Oktasan Baruna Persada Tekankan Keandalan Logistik Batu Bara Demi Menjaga Pasokan Listrik Nasional

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 01 Juli 2026 - 10:05 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Keandalan rantai pasok energi primer menjadi faktor strategis dalam menjaga efisiensi industri sekaligus memastikan stabilitas pasokan listrik nasional. 

Di tengah tingginya kebutuhan pembangkit terhadap batu bara, distribusi yang tepat waktu dari titik muat hingga pembangkit dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko gangguan operasional di sektor hilir.

Dalam rantai pasok energi, setiap tahapan distribusi saling berkaitan. Keterlambatan pada satu titik dapat memicu gangguan berantai yang berdampak pada proses berikutnya, mulai dari pengangkutan, antrean di pelabuhan, kondisi cuaca, keterbatasan armada, hingga jadwal bongkar muat. 

Situasi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional, mengurangi efisiensi, dan memengaruhi pasokan listrik yang dibutuhkan berbagai sektor industri.

Direktur PT Oktasan Baruna Persada, Tomi Hadi, mengatakan bahwa pengelolaan logistik energi membutuhkan disiplin operasional yang tinggi karena komoditas energi memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.

"Dalam logistik energi, keterlambatan di satu titik dapat berdampak pada tahapan pengiriman berikutnya. Karena itu, pengelolaan rantai pasok harus dilakukan secara presisi, mulai dari perencanaan, kesiapan armada, pemantauan perjalanan, hingga kepatuhan terhadap prosedur di titik muat dan bongkar," ujar Tomi di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Tomi menjelaskan bahwa tantangan distribusi batu bara tidak hanya sebatas memindahkan komoditas dari satu lokasi ke lokasi lain. Pelaku logistik juga dituntut memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal agar tidak memunculkan efek berantai atau bullwhip effect pada sektor hilir.

Dalam manajemen rantai pasok, bullwhip effect merupakan kondisi ketika gangguan kecil di sisi hulu memicu dampak yang jauh lebih besar di sisi hilir. Pada sektor energi, kondisi tersebut dapat memengaruhi jadwal pasokan, ketersediaan stok batubara, hingga penyesuaian operasional di pembangkit listrik maupun industri pengguna energi.

Menurut Tomi, kompleksitas tersebut membuat perusahaan logistik harus memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi dengan standar operasional yang jelas.

"Karena rantai pasok energi melibatkan banyak titik kritis, perusahaan perlu memiliki sistem pemantauan yang kuat, standar proses yang jelas, serta sumber daya manusia yang memahami risiko operasional di lapangan. Teknologi membantu proses pengawasan, tetapi eksekusi tetap sangat bergantung pada disiplin dan kualitas manusia di setiap tahapan," katanya.

Lebih lanjut, Tomi menilai ketepatan waktu distribusi batu bara tidak hanya ditentukan oleh kapasitas armada angkut. Faktor lain seperti perencanaan yang matang, koordinasi lintas operasional, serta kepatuhan terhadap prosedur distribusi juga menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.

Karena itu, penguatan manajemen risiko harus berjalan beriringan dengan tata kelola perusahaan yang transparan agar seluruh proses distribusi dapat dipantau, dikendalikan, dan dipertanggungjawabkan secara optimal.

Selain aspek operasional, industri logistik energi juga dihadapkan pada tuntutan kepatuhan terhadap regulasi. Mengingat batubara merupakan komoditas strategis, aspek legalitas, dokumentasi, keselamatan kerja, hingga tata kelola perusahaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

PT Oktasan Baruna Persada menilai penerapan Good Corporate Governance (GCG) kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan rantai pasok energi. Tata kelola yang baik dinilai mampu memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan, patuh terhadap regulasi, dan akuntabel.

"Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh volume pasokan, tetapi juga oleh bagaimana pasokan tersebut dikelola secara bertanggung jawab. Karena itu, kepatuhan regulasi, keselamatan kerja, dan tata kelola menjadi bagian yang sama pentingnya dengan ketepatan pengiriman," tutup Tomi.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →