SCG Tunjukkan Kepemimpinan Semen Rendah Karbon di Cemtech Asia 2026, Perkenalkan Inovasi Menuju Net Zero

Oleh : Candra Mata | Kamis, 25 Juni 2026 - 08:30 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Komitmen industri semen terhadap transisi rendah karbon menjadi sorotan utama dalam gelaran Cemtech Asia 2026 yang berlangsung pada 14–17 Juni 2026. 

Sebagai salah satu penyelenggara acara, SCG menegaskan posisinya sebagai produsen semen rendah karbon terkemuka di ASEAN melalui berbagai inovasi yang mendukung percepatan pencapaian target Net Zero.

Konferensi dan pameran berskala global tersebut mempertemukan para eksekutif, pakar, serta pelaku industri semen dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi, memperkuat kolaborasi bisnis, dan merumuskan strategi menghadapi tuntutan regulasi lingkungan yang semakin ketat.

Presiden SCG Cement and Green Solutions, Surachai Nimlaor, mengatakan bahwa perusahaan terus berinvestasi pada pengembangan teknologi yang mampu menekan emisi karbon tanpa mengurangi kualitas produk.

“Sebagai pemimpin di industri semen rendah karbon di kawasan ini, SCG berdedikasi untuk mengembangkan inovasi terobosan yang meminimalkan konsumsi sumber daya dan memaksimalkan keramahan lingkungan. Dengan terus mengurangi emisi karbon dioksida, kami secara langsung menjawab tuntutan yang terus berkembang dan tantangan adaptasi industri konstruksi di seluruh ASEAN dan pasar global,” ujarnya.

Dalam pameran tersebut, SCG menampilkan prototipe semen rendah karbon generasi terbaru, SCG LC3 Structural Cement. Produk ini dikembangkan menggunakan kombinasi batu kapur, tanah liat terkalsinasi, dan aditif khusus yang mampu memangkas emisi CO₂ hingga 30–40 persen dibandingkan semen konvensional.

Proses produksinya memanfaatkan hingga 40 persen bahan bakar alternatif berbasis biomassa, seperti sekam padi dan jerami, serta lebih dari 35 persen energi terbarukan. Kinerja lingkungan produk tersebut juga telah diverifikasi melalui Environmental Product Declaration (EPD).

Selain pameran, SCG mengajak para delegasi internasional mengunjungi Pabrik Semen Ta Luang di Provinsi Saraburi, Thailand, untuk melihat secara langsung implementasi teknologi dekarbonisasi yang diterapkan perusahaan.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pemasangan Rondo Heat Battery pertama di ASEAN. Teknologi hasil kolaborasi dengan Rondo Energy ini mampu mengubah energi terbarukan yang bersifat intermiten menjadi energi panas bersuhu tinggi hingga 1.500 derajat Celsius dan menyimpannya dengan efisiensi pemulihan energi mencapai 97 persen.

Teknologi tersebut memungkinkan pasokan panas bersih beroperasi selama 24 jam penuh dan menjadi solusi penting dalam upaya menekan emisi dari proses manufaktur industri berat.

SCG juga menampilkan berbagai inovasi dari The Siam Refractory Industry Co., Ltd. (SRIC), termasuk bata anti-hidrasi pertama di dunia yang mampu memperpanjang masa penyimpanan dari enam bulan menjadi 24 bulan. Inovasi ini dinilai dapat mengurangi degradasi material, meminimalkan waktu henti produksi, dan meningkatkan efisiensi operasional.

Selain itu, SRIC memperkenalkan media termal untuk sistem penyimpanan panas yang dikembangkan bersama Rondo Energy. Teknologi ini mendukung penyediaan energi yang stabil dan berkelanjutan bagi sektor industri.

Komitmen terhadap energi bersih juga diwujudkan melalui instalasi pembangkit listrik tenaga surya terapung di Pabrik Semen Ta Luang. Fasilitas tersebut menghasilkan sekitar 16,6 juta kWh listrik bersih per tahun dan berkontribusi mengurangi lebih dari 8.000 ton emisi CO₂ ekuivalen setiap tahunnya.

Melalui partisipasinya dalam Cemtech Asia 2026, SCG tidak hanya memperkuat jejaring bisnis global, tetapi juga membuka ruang pertukaran teknologi dan pengetahuan dengan para pelaku industri kelas dunia. 

Ke depan, perusahaan berkomitmen memperluas kolaborasi internasional guna mempercepat transformasi industri semen menuju masa depan rendah karbon dan mendukung pencapaian target Net Zero di kawasan ASEAN.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →