Emiten Pelayaran PSAT Bukukan Pendapatan Rp1 Triliun, Laba Tergerus Tajam
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) mencatat pertumbuhan pendapatan yang cukup solid sepanjang tahun buku 2025 di tengah tantangan industri pelayaran dan kondisi ekonomi yang dinamis. Namun di balik kenaikan pendapatan tersebut, perseroan justru mengalami penurunan tajam pada laba bersihnya.
Berdasarkan paparan publik perusahaan, PSAT membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,07 triliun pada 2025, naik sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp980 miliar.
Tak hanya itu, total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,69 triliun, naik dari Rp1,50 triliun pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan langkah ekspansi dan penguatan kapasitas operasional yang dilakukan perseroan.
Namun, di sisi lain laba bersih PSAT mengalami koreksi signifikan. Perseroan mencatat laba bersih Rp23 miliar, turun drastis dibandingkan capaian Rp242 miliar pada 2024.
Direktur Keuangan PT Pancaran Samudera Transport Tbk, Wendi Arifin, mengatakan, tahun 2025 menjadi periode pertumbuhan sekaligus fase transisi bagi perusahaan.
"Sepanjang tahun 2025, Perseroan menghadapi dinamika industri yang cukup menantang, baik dari kondisi ekonomi global maupun domestik. Namun demikian, Perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 9,9% dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Wendi dalam Paparan Publik PSAT Tahun 2026 di Jakarta (17/6).
Menurutnya, kenaikan pendapatan menunjukkan permintaan terhadap layanan transportasi laut perusahaan masih terjaga meski kondisi pasar penuh ketidakpastian.
Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi lonjakan biaya operasional yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar serta penggunaan kapal sewa jangka pendek guna menjaga keberlanjutan layanan kepada pelanggan. Tekanan biaya tersebut akhirnya berdampak pada margin keuntungan perusahaan.
Meski demikian, manajemen menilai langkah tersebut merupakan investasi operasional yang diperlukan untuk mempertahankan kualitas layanan, menjaga hubungan dengan pelanggan, serta mempersiapkan peluang pertumbuhan bisnis di masa depan.
PSAT juga mencatat kenaikan total aset sekitar 12% menjadi Rp1,69 triliun. Peningkatan ini didorong oleh penambahan aset tetap berupa kapal untuk memperkuat armada perusahaan.
"Peningkatan aset tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan dalam memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Wendi.
Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga melaporkan penggunaan dana hasil Initial Public Offering (IPO). Dana tersebut digunakan antara lain untuk pembelian kapal melalui entitas anak usaha PT Pancaran Karya Shipping sebesar Rp175 miliar, pembelian bahan bakar operasional Rp18,27 miliar, serta biaya penawaran umum sebesar Rp6,84 miliar.
Memasuki tahun 2026, PSAT menyiapkan sejumlah strategi pertumbuhan, mulai dari diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, hingga menjalin kerja sama dengan pelanggan baru.
Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat layanan melalui digitalisasi operasional, penerapan Customer Relationship Management (CRM), efisiensi penggunaan sumber daya, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).