Laba BMHS Melonjak 57%, Siapkan Ekspansi Rumah Sakit Internasional di BSD

Oleh : Hariyanto | Kamis, 11 Juni 2026 - 15:13 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Bundamedik Tbk (BMHS) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba bersih terkonsolidasi sebesar Rp29,7 miliar atau melonjak 57% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA meningkat 9% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp242 miliar, ditopang pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga serta peningkatan efisiensi operasional.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Kamis (11/6), pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, penunjukan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2026, serta pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi direksi dan komisaris.

Direktur Utama PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono mengatakan, perseroan mampu mempertahankan kualitas pertumbuhan di tengah dinamika industri kesehatan yang terus berkembang.

"Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, BMHS berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas. Capaian laba bersih yang tumbuh 57% mencerminkan konsistensi kami dalam mengeksekusi strategi secara disiplin, dari efisiensi operasional, ekspansi layanan kompleks yang bernilai tinggi, hingga penguatan ekosistem kesehatan yang terintegrasi," ujar Agus dalam keterangan resminya, Kamis (11/6).

Kinerja rumah sakit hasil akuisisi turut menunjukkan perbaikan. Pendapatan rumah sakit baru meningkat 30% dalam periode 2023-2025 dan seluruh unit telah mencatat EBITDA positif. Secara keseluruhan, segmen korporasi dan asuransi menyumbang 43,2% terhadap total pendapatan rumah sakit sepanjang 2025.

BMHS juga memperbesar kapasitas layanan dengan menambah jumlah tempat tidur menjadi 601 unit atau naik 4% YoY setelah konsolidasi RSIA Pusura Tegalsari Surabaya. Di sisi layanan medis, volume tindakan bedah tumbuh 10% menjadi 16.000 prosedur, sedangkan jumlah pasien rawat inap dan hari perawatan meningkat masing-masing 2%.

Layanan kesehatan ibu dan anak masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi mencapai 51% terhadap total pendapatan rumah sakit. Perseroan memperkuat pusat layanan unggulan wanita dan anak melalui pengembangan tenaga subspesialis serta fasilitas neonatal. BMHS kini memiliki 31 tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang rata-rata menangani 250 hingga 300 bayi berisiko tinggi setiap tahun. RSIA Bunda Jakarta juga berperan sebagai pusat rujukan nasional dengan 10 tempat tidur NICU.

Di lini anak usaha, Morula IVF mempertahankan dominasi pasar fertilitas nasional dengan pangsa pasar 41% pada kuartal IV-2025. Pertumbuhan siklus IVF juga terus berlanjut dengan kenaikan fresh cycle sebesar 8% secara tahunan.

Sementara itu, Diagnos Laboratorium mencatat pertumbuhan volume tes sebesar 47% YoY pada kuartal IV-2025. Sepanjang tahun lalu, total pemeriksaan mencapai 957.447 tes atau naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang ekspansi jaringan menjadi 37 outlet, pengembangan layanan molecular dan genomic testing, serta penetrasi ke segmen direct-to-patient.

BMHS juga terus memperkuat layanan berteknologi tinggi. Perseroan telah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun dalam layanan bedah robotik dengan total lebih dari 800 tindakan hingga akhir 2025. Pada Oktober 2025, BMHS berhasil melakukan prosedur Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara. Selain itu, RSU Bunda Jakarta mencatat delapan prosedur transplantasi ginjal dengan tingkat keberhasilan 100%.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, dr. dr. Ivan Rizal Sini, menegaskan inovasi dan ekspansi terukur akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

"BMHS dibangun dengan visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Inovasi klinis, pengembangan kapabilitas medis, serta ekspansi yang terukur menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Ivan.

Ke depan, BMHS menargetkan kapasitas rumah sakit mencapai 1.000 tempat tidur pada akhir 2028. Perseroan juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Sinar Medika Langgeng, anak usaha Sinar Mas Land, untuk membangun rumah sakit berstandar internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BSD yang akan difokuskan pada layanan fertilitas, kesehatan wanita dan anak, serta bedah canggih untuk mendukung segmen medical tourism.

Perseroan juga mencatat perbaikan kualitas sumber daya manusia yang tercermin dari penurunan tingkat perputaran karyawan dari 17,7% pada 2024 menjadi 13,3% pada 2025. Dengan fundamental bisnis yang semakin kuat dan rekam jejak lebih dari 53 tahun, BMHS optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan di industri layanan kesehatan nasional. 

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →