Industri Keramik RI Terancam Tumbang! Kadin Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Harga Gas yang Mencekik

Oleh : Ridwan | Selasa, 09 Juni 2026 - 14:15 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta - Industri keramik nasional menghadapi tekanan berat akibat tingginya harga gas industri yang dinilai semakin membebani biaya produksi. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar sektor strategis tersebut tidak kehilangan daya saing di tengah gempuran produk impor.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin mengatakan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan industri keramik dalam negeri yang selama ini menjadi salah satu sektor padat karya dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Menurut Saleh, harga gas industri saat ini sudah tidak lagi berada pada level yang wajar. Kondisi tersebut membuat industri keramik kesulitan mempertahankan efisiensi produksi di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Industri keramik membutuhkan dukungan pemerintah melalui penyediaan harga gas industri yang lebih terjangkau," ujar Saleh dalam keterangan resminya.

Saleh menjelaskan, industri keramik memang termasuk sektor penerima program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$7 per MMBTU. Namun, skema tersebut hanya berlaku untuk sebagian kebutuhan gas industri.

Saat ini, sekitar 40 persen kebutuhan gas masih mendapatkan harga HGBT, sementara 60 persen sisanya harus dibeli dengan harga pasar yang mencapai sekitar US$21 per MMBTU.

Kondisi itu dinilai menjadi beban berat bagi pelaku usaha karena berdampak langsung terhadap biaya produksi dan harga jual produk di pasar.

"Tentu ini sangat berat yang akan membuat daya saing industri keramik dalam negeri turun dan akhirnya terpaksa harus stop produksi yang kemudian kita menjadi negara pengimpor keramik, padahal kita punya sumber bahan baku," kata Saleh.

Saleh mengingatkan, jika persoalan harga energi tidak segera ditangani, Indonesia berisiko kehilangan kekuatan industrinya sendiri dan beralih menjadi pasar bagi produk keramik impor.

Padahal, menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya bahan baku yang melimpah serta kapasitas produksi yang mampu bersaing dengan negara lain.

"Nah hal ini jangan sampai terjadi. Untuk itu keberpihakan pemerintah sangat dibutuhkan agar industri keramik dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri," ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, Saleh menegaskan bahwa kualitas produk keramik Indonesia sebenarnya sudah mampu bersaing di pasar internasional. Hal itu terlihat dari berbagai pameran industri yang menampilkan inovasi dan desain keramik buatan dalam negeri.

Ia mengaku sempat menghadiri pameran keramik internasional NICE PIK 2 yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026. Dalam ajang tersebut, berbagai merek keramik nasional mendapat perhatian besar karena kualitas dan desainnya yang dinilai tidak kalah dengan produk luar negeri.

"Kemarin saya berkesempatan melihat secara langsung pameran tersebut. Saya juga berbincang dengan pelaku industri keramik dalam negeri dari berbagai merek terkemuka di Tanah Air," katanya.

Saleh menilai industri keramik merupakan sektor yang telah berkembang cukup baik dan mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Karena itu, keberlangsungan industri ini perlu dijaga melalui kebijakan yang mendukung iklim usaha dan efisiensi biaya produksi.

"Jangan sampai industri ini mati dan tergusur oleh produk impor serta harga energi yang sudah terlalu tinggi," tegasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →