SEAFA Resmi Dibentuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) Perkuat Kolaborasi Pupuk ASEAN demi Ketahanan

Oleh : Hariyanto | Selasa, 07 April 2026 - 15:03 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bertajuk Southeast Asia Fertilizer Association.

Deklarasi asosiasi ini dilakukan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference pada Rabu (1/4), sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama industri pupuk di kawasan ASEAN sekaligus menjaga ketahanan pangan regional.

Pembentukan SEAFA diproyeksikan membawa dampak positif bagi penguatan industri pupuk nasional, terutama melalui perluasan akses terhadap pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan rantai pasok yang lebih tangguh di tengah dinamika pasar global.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian sekaligus meningkatkan daya saing industri pupuk Indonesia di tingkat regional dan global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa pembentukan asosiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis jangka panjang bagi kawasan.

“Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, melainkan sebuah langkah menuju pertumbuhan dan kemajuan jangka panjang bagi kawasan. Pembentukan SEAFA berangkat dari pemahaman sederhana bahwa tantangan dalam lanskap pertanian dan ketahanan pangan regional semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antar pelaku industri. “Menghadapi tantangan tersebut membutuhkan informasi yang lebih baik, kesadaran yang lebih tinggi serta rasa tanggung jawab bersama dari kita semua,” kata Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad menilai SEAFA menjadi langkah penting dalam merespons tantangan global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada rantai pasok pupuk. Menurutnya, sinergi regional akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan untuk mendukung ketahanan pangan.

“Seiring dinamika global yang terus berkembang, ditandai oleh rantai pasok yang volatil dan pergeseran kebutuhan energi yang berdampak pada sektor pertanian, penting bagi kita untuk terus bergerak adaptif,” ujarnya.

Pada tahap awal, SEAFA didirikan oleh tiga produsen pupuk utama di Asia Tenggara. Dalam kesepakatan tersebut, Brunei Darussalam ditetapkan sebagai lokasi sekretariat utama asosiasi. Dari sisi organisasi, Pupuk Indonesia ditunjuk sebagai Chairman pertama, sementara Petronas Chemicals Group menjabat sebagai Co-Chairman, dengan mekanisme rotasi kepemimpinan setiap satu tahun.

Ke depan, SEAFA diharapkan berkembang menjadi platform kolaborasi strategis yang mendorong inovasi industri pupuk, termasuk dalam praktik produksi berkelanjutan, pengembangan teknologi rendah karbon, serta digitalisasi rantai pasok.

Selain itu, asosiasi ini juga ditargetkan menjadi representasi bersama industri pupuk Asia Tenggara dalam berbagai forum regional dan internasional terkait ketahanan pangan, industri berkelanjutan, dan perubahan iklim.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.

“Kita ingin relasi ini kita bangun dengan baik, bukan hanya kebutuhan sesaat. Pupuk ini bukan hanya urusan industri pupuk, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Sehingga, kita tidak bisa (berjalan) sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi (antar negara),” ujarnya.

Dengan terbukanya peluang perluasan keanggotaan bagi negara-negara ASEAN lainnya, SEAFA diharapkan mampu memperkuat sinergi industri pupuk kawasan sekaligus meningkatkan kontribusi Asia Tenggara dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk dan ketahanan pangan global.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →