Surya Pertiwi Bagikan Dividen Tunai 2023 Sebesar Rp50 Per Saham

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 05 Juni 2024 - 17:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO), produsen peralatan rumah tangga yang terbuat dari keramik, membagikan dividen tunai 2023 bernilai total Rp135 miliar (Rp50 per saham). Total dividen tunai tersebut mencapai 55,79% dari total laba bersih 2023 yang mencapai Rp242,4 miliar.

 

“Dividen tunai itu akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan. Total saham Perseroan saat ini mencapai 2,7 miliar lembar saham. Pembagian dividen ini telah disetujui para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (05/06/2024),” ujar Irene Hamidjaja, Direktur dan Corporate Secretary SPTO, dalam acara paparan publik di Jakarta, Rabu (05/06/2024).

 

Irene mengemukakan, Perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim bernilai total Rp67,5 miliar (Rp25 per saham) pada 14 Desember 2023Lab.

 

“Karena itu, sisa dividen tunai sebesar Rp67,5 miliar (Rp25 per saham) akan dibagikan kepada para pemegang saham dengan memperhatikan Peraturan OJK dan Peraturan Perpajakan yang berlaku,” papar Irene.

 

Lebih lanjut, Irene mengungkapkan, sisa laba bersih setelah pembagian dividen tersebut dibukukan sebagai laba ditahan, untuk menambah modal kerja Perseroan.

 

Irene juga menuturkan, para pemegang saham dalam RUPS tersebut menyetujui pengangkatan Bapak Roys Tanudjaja dan Bapak Adhi Sudargo Tamin, masing-masing sebagai Direktur Perseroan.

 

“Pengangkatan kedua Direktur Perseroan yang baru itu berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS tersebut hingga penyelenggaraan RUPS Perseroan pada 2026 mendatang,” imbuh Irene.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →