INDUSTRY.co.id - Industri asuransi syariah mencatat pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026. Total aset industri mencapai Rp50,90 triliun hingga Juni 2026, meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp47,53 triliun.

Pertumbuhan juga terlihat dari sisi investasi. Total investasi industri asuransi syariah mencapai Rp39,87 triliun atau tumbuh 7,97 persen secara tahunan.

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai perkembangan tersebut menunjukkan industri masih memiliki ruang untuk bertumbuh, sekaligus memperkuat kapasitas dalam memenuhi kewajiban kepada peserta.

“Pertumbuhan aset dan investasi menunjukkan bahwa industri asuransi syariah masih memiliki kapasitas yang terus berkembang dan dapat mendukung keberlanjutan industri serta pemenuhan kewajiban kepada peserta,” kata Head of IT, Operations and Human Capital AASI Yurivanno Gani, Sabtu (12/9/2026).

Dari sisi kontribusi, penerimaan kontribusi industri asuransi syariah tercatat Rp11,72 triliun pada semester I 2026. Segmen asuransi umum syariah menjadi salah satu penopang dengan pertumbuhan kontribusi sebesar 40,54 persen secara tahunan.

Sementara itu, total pembayaran klaim dan manfaat selama enam bulan pertama 2026 mencapai Rp3,37 triliun. AASI menilai pembayaran tersebut menjadi bagian penting dalam menunjukkan fungsi perlindungan yang diberikan industri kepada peserta.

“Pembayaran klaim dan manfaat merupakan realisasi dari janji perlindungan kepada peserta. Tantangannya ke depan adalah memperkuat segmen jiwa sekaligus memperluas dan mendiversifikasi basis pertumbuhan peserta,” ujar Ketua Bidang Marketing Communications AASI Vivin Arbianti Gautama.