INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas masih bergerak bertahan di atas zona USD1810 pada Senin (27/12/2021) dan setelah libur Natal pada akhir pekan kemarin.

"Sentimen perdagangan untuk per hari Senin ini relatif masih sedikit dengan sejumlah negara-negara di dunia masih melanjutkan liburnya," kata Nikolas Preasetia, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (28/12/2021).

"Fokus untuk sepekan ke depan juga terlihat relatif minim karena mulai bersiap menjelang hari pergantian tahun," imbuh Nikolas.

Sentimen pasar relatif sedikit dalam sepekan ini, dengan fokus pasarnya masih mencermati kinerja USD atas efek dari pengumuman the Fed beberapa waktu lalu yang memiliki sejumlah target untuk tahun 2022, yaitu percepatan pengurangan stimulus dan tiga kali kenaikan suku bunga dalam satu tahun pada 2022.

Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap tingginya tingkat inflasi juga masih menjadi perhatian para pelaku pasar, karena dengan inflasi yang tinggi biasanya akan memberikan dorongan pada harga emas yang merupakan aset lindung nilai dari inflasi.

Dari sisi global, kondisi penyebaran varian Omicron akan terus menjadi perhatian karena diwaspadai dapat kembali menahan perbaikan ekonomi pada tahun 2022 mendatang.

Dengan konsolidasi harga emas yang terjadi di awal pekan ini, zona support terdekatnya berada di areal USD1805 hingga ke zona USD1798, sementara untuk resistance terdekatnya berada di areal USD1815 hingga ke zona USD1820. Support terjauh harga emas berada di areal USD1790 dan resistance terjauhnya berada di areal USD1830.