INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sentimen perdagangan yang relatif minim pada hari Jumat (17/12/2021) membuat kinerja USD menguat sementara pasar masihbmenyerap isu-isu terkait percepatan normalisasi moneter AS yang diputuskan pada pertemuan the Fed pekan lalu.
"Sentimen perdagangan pasar finansial dan pasar emas dunia masih mencermati hasil pertemuan the Fed yang memutuskan melakukan percepatan penyelesaian pemberian stimulus dan ditambah dengan membuka peluang kenaikan suku bunga hingga 3 kali dalam 1 tahun hingga akhir 2022," kata Nikolas Prasetia, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (20/12/2021).
Meski sempat melemah pasca hasil pertemuan the Fed pada pekan lalu, kinerja USD di akhir pekan berhasil kembali menguat dan memberikan tekanan pada harga emas di tengah minimnya data ekonomi yang rilis pada akhir pekan kemarin.
Koreksi terjadi dalam jangka pendek, sehingga support terdekat yang perlu diperhatikan berada di areal USD1.795 hingga ke areal USD1.790. Resistance terdekat harga emas kini berada di areal USD1.806 hingga ke areal USD1.812. Support terjauhnyq berada di areal USD 1.782 dan resistance terjauhnya berada di areal USD1.823