INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas pada pagi ini coba bangkit setelah penurunan harian terbesar dalam tiga minggu yang dicetak kemarin, dan kini bergerak di sekitar USD1772 - menantikan dorongan baru.

"Data inflasi PPI AS yang terus dicerna, bergabung dengan kehati-hatian pasar sebelum pertemuan The Fed, dan meningkatnya kekhawatiran terkait Omicron, tampaknya memicu pullback korektif terbaru dari harga emas," kata Muhammad Dzaki Adani, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)yang dikutip INDUSTRY.co.id, Rabu (15/12/2021).

Dari tajuk pandemi, fokus kini tertuju pada laporan yang dirilis negara bagian terpadat di Australia, New South Wales, yang disimulasikan melalui model akan mengalami 25 ribu kasus COVID baru setiap harinya.

Di penjuru lain, Inggris juga diekspektasi akan mengalami lonjakan rawat inap terkait Omicron. Di tempat lain, China dan Eropa juga masih tampak bergelut dengan ketidakjelasan, namun Jepang masih berusaha optimis.

Dari AS, penurunan ekspektasi inflasi, yang diukur dengan tingkat inflasi impas 10-tahun per data St. Louis Federal Reserve (FRED), turun ke level terendah 11-minggu - berlawanan dengan rekor Producer Price Index (PPI) tertinggi yang dirilis kemarin untuk bulan November - dan pada akhirnya menguji kepercayaan diri pasar terhadap sikap hawkish The Fed mendatang

Kini, upaya pullback emas bergerak di atas zona support di areal USD1770 dan di bawah zona resistance terdekat di areal USD1780. Resistance terjauh berada di areal USD1800 hingga ke zona USD1810 sementara untuk support terjauhnya berada di areal USD1765 hingga ke areal USD1760.