Harga Jual Materai di Masyarakat Mahal Diatas Rp10 Ribu, Nusron Wahid: Tak Sesuai UU, Kasihan Rakyat 'Kecekik'

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 04 Desember 2021 - 19:19 WIB

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid (Foto Ist)
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, khususnya pada Pasal 5 menyebutkan meterai memiliki harga tetap sebesar Rp10.000. 

Namun dalam pelaksanaannya, Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid ini mengungkap, harga jual meterai yang beredar di masyarakat bervariasi dan ada yang di atas harga yang ditetapkan oleh UU.

Terlebih, digitalisasi seharusnya membuat efisien dan murah. Namun, kondisi yang terjadi sebaliknya.
 
“Ini malah (harga meterai) justru lebih mahal. Ada yang keliru dalam pola investasi teknologi. Kasihan rakyat. Biasanya beli meterai Rp10 ribu, sekarang menjadi lebih mahal. Ada yang jual Rp11.500, ada Rp10.800. Ini harus ditertibkan. Harus menggunakan single price. Tidak boleh lebih dari Rp10.000 kepada konsumen. Masak Peruri nyekik rakyatnya," ujar Nusron dalam keterangan tertulisnya yang dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (4/12/2021).

Lanjut politisi Partai Golkar tersebut, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2021 tentang Pengadaan, Pengelolaan dan Penjualan Meterai, Perum Peruri ditunjuk pihak yang melakukan pembuatan dan distribusi meterai. 

Dalam mendistribusikan meterai, Perum Peruri harus menunjuk distributor.
 
"Dalam kenyataannya Perum Peruri menjual harga meterai di atas nilai nominal meterai elektronik. Hal ini disebabkan Peruri mengambil provisi dari negara yang seharusnya dibagi juga dengan distributor. Akibatnya banyak yang jual di atas nilai nominal meterai," terang legislator dapil Jawa Tengah II tersebut.
 
Selain itu, lanjut Nusron, Peruri memaksakan kepada distributor untuk menjual e-signing dalam distribusi digital meterai. 

Artinya, yang tidak menggunakan aplikasi e-signing tidak dilayani oleh Peruri. 

Padahal banyak konsumen terutama lembaga keuangan dan perkantoran sudah terlanjur investasi teknologi dengan provider e-signing lainnya.

"Sudah kayak gitu, e-signing di Peruri mahal. Sekali tanda tangan Rp1.300," ujar Nusron.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Sertifikat ISO 37001:2016

Rabu, 19 Januari 2022 - 20:09 WIB

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Sertifikat ISO 37001:2016

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha dari PT Pertamina International Shipping (PIS) Subholding Integrated Marine and Logistics (IML), memperoleh Sertifikat ISO 37001:2016 dengan…

SUN Energy Teken Nota Kesepahaman Dengan Sojitz Indonesia

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:59 WIB

Wujudkan Energi Hijau, SUN Energy dan Sojitz Indonesia Kembangkan Proyek PLTS di Kawasan Industri GIIC

Dalam mewujudkan target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% di tahun 2025, kawasan industri mempunyai peran yang sangat penting. Mengingat kegiatan operasional di kawasan industri…

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:38 WIB

Lapor Pak Nadiem, Ternyata Guru Honorer PPPK Tidak Semuanya Senang Lho!

Jakarta-Para guru honorer yang sudah resmi diterima sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), terutama yang berasal dari sekolah swasta masih menghadapi masalah.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di JIS

Rabu, 19 Januari 2022 - 18:17 WIB

Usai Nidji, Gubernur Anies Pamer Potret Afgan 'Check Sound' di JIS, Netizen: Luar Biasa Pak...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini kembali mengunggah sebuah penampilan dari musisi Indonesia yakni Afgan yang melakukan check sound dan check venue di lapangan Jakarta International…

Kawasan industri terpadu (KIT) Batang

Rabu, 19 Januari 2022 - 18:10 WIB

Dahsyat! Bawa Duit Berkoper-koper, Wavin BV Segera Bangun Pabrik di KIT Batang

Perusahaan asal Belanda, Wavin BV bakal segera membangun pabrik di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi produsen pipa global Wavin BV dari Belanda pun cukup besar…