Konglomerasi Media Televisi, Keuntungan atau Kekhawatiran?

Oleh : Trisno Muldani, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta | Kamis, 25 November 2021 - 23:05 WIB

Trisno Muldani, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta
Trisno Muldani, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah invasi platform media social yang menjamur di masyarakat seperti Youtube, Facebook, Instagram, Whatsapp dan Telegram, kehadiran Televisi tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi. 

Padahal, kini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan informasi tidak hanya melalui televisi dan radio tetapi juga melalui internet dan platform media social. 

Namun, berdasarkan data Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa masyarakat lebih percaya informasi yang dipublikasi media televisi. 

Dari data yang disajikan oleh IDN Research tersebut, sekitar 89 persen masyarakat lebih percaya informasi dari televisi dibanding internet.

Televisi masih menjadi sumber informasi yang paling dipercaya oleh masyarakat, hal ini dikarenakan televisi hadir sebagai media karakteristik audiovisual. Meski demikian, stasiun televisi yang menjadi media pemberi informasi dan berita kepada masyarakat di Indonesia dalam era menuju negara demokrasi, tidak sepenuhnya menjalankan fungsi secara tepat. 

Media televisi malah terlihat dikontrol oleh sejumlah pihak konglomerat multinasional. Kultur berita yang ada saat ini lebih  diarahkan sebagai alat kekuasaan negara atau pemilik modal. Padahal, seharusnya kultur media dalam televisi lebih diarahkan kepada promosi mengenai demokrasi dan pembentukan masyarakat yang lebih bertanggung jawab. 

Berdasarkan pasal 13 ayat 2 Undang-undang No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, jasa penyiaran sesungguhnya diselenggarakan oleh lembaga penyiaran publik, swasta, komunitas, dan berlangganan. 

Jika dikaitkan dengan kepemilikannya, maka lembaga penyiaran publik dimiliki oleh pemerintah, swasta oleh individu atau korporasi bisnis, komunitas oleh sekelompok komunitas tertentu, dan berlangganan dimiliki oleh swasta.

Dennis McQuail telah mengklasifikasikan bentuk-bentuk kepemilikan media menjadi tiga yaitu perusahaan komersial (media swasta), institusi nirlaba (media komunitas dan media pemerintah), serta lembaga yang dikontrol publik (media publik). (Usman, 2009:23). 

Bentuk-bentuk kepemilikan media ini terkait erat dengan masalah kebebasan pers. Kebebasan pers mendukung hak kepemilikan untuk memutuskan isi media itu sendiri. Dengan demikian bentuk-bentuk kepemilikan mempunyai pengaruh kepada pembentukan dan produksi isi media. 

Diversity of Ownership yang diamanatkan Undang-Undang Penyiaran pasal 5 poin g dan h terkait dengan larangan monopoli dan mendukung perekonomian rakyat di era globalisasi merupakan salah satu upaya agar bentuk dan produksi isi media tidak dipengaruhi oleh satu orang pemilik saja. 

Namun, hal ini tidak serta merta membuat amanat undang-undang tersebut diaplikasikan oleh kalangan media khususnya media Televisi. 

Seperti kita ketahui bersama, saat ini media televisi hanya dimiliki oleh beberapa orang saja. Bahkan, ada 1 pengusaha media yang memiliki lebih dari 4 media sekaligus. 

Akibat dari monopoli kepemilikan media terhadap isi media pada dasarnya sulit untuk dibuktikan, namun monopoli dari pemilik media dikhawatirkan mampu mengancam kebebasan pers dan pilihan bagi penonton. 

Akhirnya, jika pemilik selalu mengintervensi isi medianya untuk tujuan propaganda, maka akan muncul risiko media tersebut kehilangan peminat dan kredibilitasnya. 

Dengan kondisi ini, bukan tidak mungkin masyarakat akan berbondong-bondong beralih dari televisi dan menggunakan platform media social yang ada karena lebih dianggap independen serta kredibel.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bakamla RI Gelar Bimtek Kerja Sama Internasional Kamla

Senin, 06 Desember 2021 - 03:30 WIB

Bakamla RI Gelar Bimtek Kerja Sama Internasional Kamla

Memantapkan wawasan, pengetahuan dan pemahaman personel terhadap bentuk, proses dan implementasi kebijakan, politik dan kerja sama internasional di bidang keamanan dan keselamatan lautKemarin.…

Kementerian BUMN Tetapkan Direktur dan Pengalihan Tugas Direksi RNI

Minggu, 05 Desember 2021 - 23:11 WIB

Kementerian BUMN Tetapkan Direktur dan Pengalihan Tugas Direksi RNI

Jakarta – Kementerian BUMN menetapkan Adhi Cahyono Nugroho sebagai Direktur Supply Chain Management dan Teknologi Informasi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sesuai Keputusan…

Misi Melatih Lazzie Jadi Bintang Dapat Rumah di Lazada 12.12 Grand Giveaway Satu Unit Rumah Senilai 1,5 Miliar di BSD City Siap Diserahterimakan

Minggu, 05 Desember 2021 - 23:03 WIB

Wow! Misi Melatih Lazzie Jadi Bintang Dapat Rumah di Lazada 12.12 Grand Giveaway

Jakarta- Menyambut Hari Belanja Online Nasional tanggal 12 Desember 2021, sebagai pelopor Harbolnas, Lazada Indonesia mengadakan program Lazada 12.12 Grand Giveaway

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Yayasan BSMU menyalurkan bantuan kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12).

Minggu, 05 Desember 2021 - 20:42 WIB

BSI Kirimkan Relawan Medis ke Lokasi Terdampak Erupsi Semeru

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Yayasan BSMU menyalurkan bantuan kepada korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari BSI…

Bank BTN melalukan sosialisasi program "Kangen" bagi para agen real estate . Selain memberikan reward bagi para agent, program tersebut memberikan banyak keuntungan bagi nasabah.

Minggu, 05 Desember 2021 - 20:09 WIB

Pacu Penyaluran KPR, BTN Rangkul Agen Properti Lewat Program 'Kangen'

Surabaya-Untuk mengejar pencapaian penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPR) tahun ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berinovasi memperluas sayap pemasarannya diantaranya dengan…