INDUSTRY.co.id - Jakarta- Harga emas mengalami kenaikan setelah sempat terpuruk ke zona USD1850. Kenaikan yang terjadi pada harga emas tersebut didorong oleh koreksi yang terjadi pada nilai USD dan tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun.

"Koreksi yang terjadi pada USD dan tingkat imbal hasil obligasi terjadi di tengah minimnya isu sentimen yang beredar pada sesi perdagangan semalam," kata Nikolas Prasetia, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (19/11/2021).

Aksi ambil untung relatif mewarnai gerak koreksi pada USD pasca sejumlah isu positif AS yang membuat nilai USD menguat, rilis data inflasi dan pembelian obligasi AS yang mulai diturunkan pada bulan November dan Desember menjadi penyebab utama pergerakan USD yang menguat di awal pekan ini.

Untuk sementara ini, harga emas terlihat bergerak death zona resistance yang berada di areal USD1870 dan support terdekat yang berada di areal USD1860.

Support terjauh harga emas berada di areal USD1850 hingga ke zona USD1840. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal USD1885 hingga ke zona USD1900.