INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mrngungkapkan bahwa penyelenggaraan GIIAS 2021 memiliki peran strategis untuk menunjukkan kebangkitan sektor industri otomotif nasional pascapandemi Covid 19. 

Advertisement

Menurutnya, GIIAS 2021 juga bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk beralih menggunakan transportasi yang rendah emisi karbon dan ramah lingkungan.

”Kita berupaya untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, seperti yang berbasis EV. Kita juga masih punya program LCGC, yang nantinya ada lompatan teknologi hidrogen,” ujar Menperin Agus dalam pembukaan pameran otomotif GIIAS 2021, Kamis (11/11/2021).

Advertisement

Selain itu, Indonesia sendiri, lanjut Menperin merupakan pasar terbesar produk otomotif di ASEAN. 

Hal ini menurut Menperin sejatinya menjadi peluang bagi pengembangan dan industrialisasi kendaraan bermotor di Indonesia.

Advertisement

"Termasuk yang hemat energi dan ramah lingkungan sesuai dengan tren global yang sedang berkembang," ujarnya.

Tak hanya itu, bahkan industri otomotif di tanah air lanjut Menperin juga telah diakui daya saingnya hingga kancah global. 

Advertisement

Dimana pangsa pasar ekspor untuk industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih termasuk komponennya telah mencapai lebih dari 80 negara.

”Kinerja ekspor pada periode Januari-September 2021 tercatat sebanyak 207 ribu unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp37,65 triliun, kemudian 62 ribu set CKD dengan nilai sebesar Rp0,96 triliun, dan 65 juta pieces komponen dengan nilai sebesar Rp21,86 triliun,” beber Menperin.

Selain itu, Menperin dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas arahan serta dukungan Presiden Joko Widodo dalam pemberian relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM  DTP).

Pasalnya, kebijakan diskon pajak mobil tersebut telah benar-benar mampu memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif.

"PPnBM DTP juga telah meningkatkan kepercayaan para pelaku industri," ujarnya.

Dimana, sampai saat ini, lanjut Agus, peserta program PPnBM DTP telah memberdayakan sebanyak 319 perusahaan industri komponen Tier 1, dan akan turut mendorong peningkatan kinerja industri komponen Tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

Hal ini memenuhi persyaratan penggunaan komponen lokal pada proses produksinya (local purchase) dengan nilai minimal sebesar 60%. 

"Hal ini tentunya juga akan berdampak positif bagi pemulihan sektor industri otomotif yang memiliki multiplier effect yang cukup luas bagi sektor industri lainnya sehingga pada akhirnya akan mampu men-jumpstart perekonomian nasional,” papar Menperin Agus.

"Nilai Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Oktober 2021 yang mencapai 57,2 atau paling tinggi semenjak masa pandemi Covid 19, juga menjadi indikator kuat bahwa sektor industri telah memasuki tahap ekspansif," pungkasnya.