INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi mengatakan bahwa BSI memiliki komitmen yang kuat untuk menopang industri halal nasional, sehingga dapat memperkuat kinerja perseroan ke depan.
Hery menjelaskan bahwa potensi industri halal di Indonesia nilainya kurang lebih mencapai Rp4.375 triliun. Dari total nilai tersebut, Industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu senilai Rp2.088 triliun disusul aset keuangan syariah senilai Rp1.438 triliun.
“Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Sehingga potensi ekonomi syariah yang besar ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata,” kata Hery dqlam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (12/11/2021).
BSI pun saat ini sudah bekerjasama dengan Kawasan Industri Halal (KIH) di Cikande, Banten dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Komitmen BSI untuk menjadi penopang di industri halal tak terlepas dari data Bank Indonesia yang mencatat pada triwulan II/2021 pertumbuhan industri halal sektor unggulan yaitu makanan halal, busana muslim, dan pariwisata ramah muslim sekitar 8,2%.
Pertumbuhan itu lebih tinggi jika dibanding dengan naiknya PDB nasional yang sekitar 7,07%. Nilai ekspor makanan halal Indonesia pada periode yang sama pun tumbuh sekitar 46%. Yaitu mencapai USD10,36 miliar.
Bank Indonesia pun memperkirakan industri halal secara global akan semakin berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk muslim di dunia.